18 October 2019

Rizal Ramli, Megawati dan Alm Taufik Kiemas: Tetap Akrab Meski Kerap Berbeda Pandangan

KONFRONTASI– Tokoh Nasional Rizal Ramli mengungkapkan kedekatan dirinya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dan Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) alm Taufiq Kiemas.

“Bang Taufik itu asik banget dan sekali teman dia teman. Walaupun kita berbeda pandangan. Tapi sekali temen ya tetap teman,” itulah kalimat pertama Rizal Ramli saat ditanya mengenai sosok alm Taufiq Kiemas.

Dia selalu bilang sama saya “Rizal kamu tu sudah pernah masuk penjara, saya juga jaman Soeharto. Jadi kita uda punya brevet nih. Brevet kayak terjun payung gitu lah kalo tentara. Nah kita sesama yang punya brevet harus saling tolong dan saling lindungi. tutur Rizal mengenang ucapan alm Taufik Kiemas.

Selanjutnya, Rizal Ramli yang akrab dengan sebutan RR ini menjabarkan kedekatannya dengan alm Taufik Kiemas dan Megawati Soekarnoputri. Rizal mengaku sering diajak makan siang dengan alm Taufik dan Mega di restoran Jepang.

“Mb Mega kan senangnya restoran Jepang. Waktu itu bang Taufik masih punya pompa bensin dan mb Mega punya toko bunga. Jadi kita sering ketemuan jauh sebelum kejatuhan Soeharto. Kita teman dan sahabat, bahkan sangat dekatlah,” kata Rizal Ramli di Jakarta, Rabu (14/3/2018)

Menjelang kejatuhan Pak Harto, sambungnya, saya ketemu dan bujukin mbak Mega untuk sama-sama lah, kita yang sipil-sipil nih berastu kekuatan untuk mendorong perubahan kita, dan mbak mega sempat tertarik. Bahkan sempat diskusi sampai tujuh jam lebih. “Waktu itu saya, Doktor Arif Ariman Alm, Laksamana Sukardi, mendorong proses perubahan itu, walaupun mbak mega mikir lagi gitu,” bebernya.

Kemudian, lanjut Mantan Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, waktu mbak Mega Presiden bang Taufik masih suka datang ke kantor saya di menteng sama teman-teman PDIP atau kadang-kadang dia ajak beberapa menteri, untuk diskusi, untuk konsultasi. jadi persahabatan kami tuh lama dan dalam sekali.

Karena itu, Walaupun kadang-kadang saya kritis sama pemerintahan mb Mega waktu itu, sambung Rizal, tapi bang Taufik selalu bilang jangan! “Rizal mah nggak apa-apa. Saya tahu dari dulu dia orangnya selalu buat rakyat selalu buat bangsa kita. Jadi temen PDIP jangan bantah-bantahan sama Rizal,” kata bang Taufik kala itu.

Meski Megawati sudah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke – 5, sambung Rizal, kita masih suka ketemuan dengan bang Taufik.

“Kadang-kadang kan kita emang badung juga…ya, kalau ketemu kadang-kadang sembunyi-sembunyi sama saya di pompa bensin di tebet, di pompa bensin di mana lah ya, doyannya memang diskusi, sampai malem-malem sampe begadang ya, doyannya makan enak, mbak Mega juga doyannya makan enak” kata Rizal menggambarkan kedekatannya dengan alm Taufik Kiemas dan Megawati.

Rizal Ramli yang dikenal di kalangan Nahdlatul Ulama dengan panggilan Gus Romli ini, sangat mengagumi sikap politik alm Taufik Kiemas.

“Bang Taufik orangnya memang cair dan, sikap politiknya itu mau merangkul semua orang, mau temanan lah sama semua orang, maupun beda maupun apa lah ya tapi dia buka akses kepada siapapun, sebagai politisi itu kunci penting, untuk buka akses untuk siapa aja, termasuk lawan,” ucap Rizal.

Pesan alm Taufik Kiemas

Sebelum Taufik Kiemas wafat, Rizal Ramli mengaku sempat mendapat amanat terkait putri kesayangannya. “Rizal titip Puan” katanya.

Ternyata, hal itu pun disampaikan Puan Maharani ke Rizal Ramli saat bersama-sama berada di kabinet pemerintahan Joko Widodo.

“Puan, kamu kalo ada kesulitan, ada macam-macam kamu datengin om Rizal, dia itu orang badung, orang berani, tapi sekali teman dia teman. Pokoknya kalo kamu ada kesulitan ada apa-apa kamu dateng ke om Rizal,” kata Puan saat menceritakan pesan alm Bapaknya ke Rizal sambil matanya berkaca-kaca.

“Nah saya bilang saya juga dititipin sama bapak kamu, “Pokoknya kamu kalu ada apa-apa inget Puan,” ulang Rizal.

Diskusi Dengan Megawati

Saya juga sempat memberi masukan ke Mb Mega terkait ekonomi. Saya siapkan 17 grafik indikator ekonomi yang penting-penting lah.

“Jadi tinggal liat grafik aja, kalo ini turun, marahin menterinya, misalnya pendapatan pajak turun pendapatan turun, marahin. kalau naik, puji-puji menterinya. Ini juga untuk membaca indikator politik yang penting, karena kalau saya jelasin pake teory pake angka-angka kan ribet ya ngejelimet jadinya,” tutur Rizal.

Tokoh yang dikenal dengan jurus Rajawali Ngepret ini, menceritakan, Megawati kadang menangis kalau cerita sejarah apalagi tentang Bung Karno. “Mega kan sayang banget sama Bapaknya (bung Karno),” jelasnya.

Suatu hari, kata Rizal, saya kan maunya pas jaman Gus Dur sebagai menko kan maunya cepet perubahan ini itu biar ekonominya pulih cepet. Mbak mega pernah komentar “Rizal, kamu tuh kaya baka aku, bapak aku tuh dimana-mana buku, kamar mandi aja di toilet ada buku, dimana segala apa, kamu juga begitu dimana-mana buku. Terus yang kedua, kamu tuh orangnya nggak sabar tau nggak, kayak bapak aku maunya Indonesia berubah cepat banget, Bapak aku tuh orangnya nggak sabar kamu juga nggak sabar! Saya ditegor lagi kan saya jawab “Mbak, kalo misalnya Bung Karno waktu itu sabar mbak, Indonesia tidak akan merdeka mbak, sampai sekarang,” akhirnya mb Mega ketawa.

“Pokoknya, Bang Taufik itu asik banget, dan sekali teman, dia tetap teman,” demikian Rizal Ramli.

Untuk Informasi Ketua MPR RI Taufiq Kiemas meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Singapura, Sabtu (8/6/2013) malam. Taufik Kiemas meninggal dunia pada pukul 19.01 waktu Singapura (atau pukul 18.01 WIB).(mr/sebarr.com)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...