11 December 2019

Rizal Ramli ke Jokowi: Kemerosotan dan Krisis Ekonomi dapat Dihindari dengan Cara Kreatif dan Inovasi !

 KONFRONTASI- Presiden Joko Widodo tampaknya akan menemukan jalan terjal dari sektor ekonomi. Bagaimana tidak, kondisi ekonomi RI saat ini betul-betul  merosot dan utang bertumpuk lebih dari Rp5000 trilyun, pajak digeber dan daya beli anjlok. Semua itu harus menjadi  fokus pemerintah dan banyak pihak mengingat target 5,2 persen tampaknya sulit dijangkau.

Hal ini tentunya membuat tokoh nasional/ekonom senior Rizal Ramli terus mengingatkan bahwa krisi ekonomi di Indonesia bisa datang dengan cepat. Ia memberikan alasan, mengapa krisis tersebut bisa terjadi.

“Jika ekonomi 2020 hanya tumbuh sesuai rencana 5,2%, bisa lebih rendah. Ditambah peningkatan perusahaan2 gagal-bayar & ‘zombie’, shock eternal, resiko krisis ekonomi besar,” tegasnya, dikutip dari akun Twitternya, @RamliRizal.

Kendati demikian menurut Rizal, krisis bisa saja dihindari, selagi pemerintah memiliki cara yang tepat dalam mengatasi masalah ekonomi seperti yang saat ini terjadi. “Tapi jika ekonomi bisa digenjot 6,5-7%, dengan kreatifitas, resiko krisis ekonomi @jokowi bisa dihindari,” sambungnya, sekaligus memention akun Twitter milik presiden Jokowi.

Adapun saat ini yang terjadi, tim ekonomi pemerintah Jokowi jelasnya, tak mampu mencari jalan untuk menyelesaikan masalah ekonomi. Bahkan Rizal menyebut kebijakan yang dilakukan oleh tim ekonomi pemerintah tak memiliki terobosan yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Sebetulnya pilihan @jokowi sederhana: teruskan kebijakan pas2an tanpa kreatifitas & innovasi, ekonomi hanya akan tumbuh 5,2% bahkan kurang pada tahun 2020. Dengn peningkatan perusahaan2 gagal-bayar & “zombie”, gejolak external, ekonomi RI bakal lebih nyungsep. Atau genjot ekonomi 6,5-7% !!,” ketusnya. (Fel)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...