20 August 2018

Rizal Ramli Ingin BUMN dan Konglomerat RI jadi Aset Nasional yang Inovatif dan Produktif

KONFRONTASI-  Tokoh nasional Dr Rizal Ramli ingin BUMN dan konglomerat/pengusaha Indonesia harus bisa menjadi aset  nasional  yang inovatif dan produktif seperti di Korea Selatan dan Jepang sehingga bisa ikut mengerek atau mengangkat induatri kecil atau UKM  untuk tumbuh berkembang. Bukan  malah menjadi  ‘’liability’’ seperti  dewasa ini.

Dalam  pelbagai kesempatan yang berbeda, RR, sang rajawali dan teknokrat senior itu, menjelaskan bahwa BUMN dan konglomerat/pengusaha Indonesia harus bisa menjadi aset seperti di Korea Selatan dan Jepang agar bisa ikut mengerek atau mengangkat industri kecil atau UKM untuk berkembang.  ‘’Bukan menjadi liability seperti sekarang,’’ kata mantan Menko Perekonomian dan Menko Kemaritiman itu.

''Dengan bimbingan, arahan dan fokus ke depan, melalui kerjasama sinergis segenap sumber daya manusia dan kapital BUMN dan konglomerat/pengusha itu bersama negara, maka kita bisa membawa ke arah kemajuan, inovasi dan produktif dengan kualitas yang kompetitif di pasar global,'' tutur Rizal Ramli yang  bertekad mewujudkan cita-cita Proklamasi 1945 bagi seluruh anak bangsa.

‘’ Untuk itu, kita perlu berbabagi kebijakan inovatif untuk mempercepat pencapaian dan cita-cita kemerdekaan nasional Republik Indonesia yang adil dan sejahtera,’’tutur Rizal Ramli, mantan demonstran ITB  yang juga anggota keluarga besar Pesantren Pondok Gontor dan Tebu Ireng, Jombang Jatim.

Lalu, kenapa Ekonomi Indonesia kalah cepat dari Negara Asia lainnya?  Menurut RR, untuk sebagian karena  Indonesia mengikuti kebijakan Neoliberal. Dan  Neoliberalisme  adalah pintu masuk Neokolonialisme.  ‘’Hal ini berbeda dengan negara Asia Lainya yang memilih pendekatan ala Asia yang berbasis  budaya dan nilai-nilai tradisi dan modernitas,’’ tegas RR, alumnus Sophia University Tokyo dan Doktor Ekonomi lulusan Boston University, AS.

Dr Rizal Ramli  di Tokyo (31 Januari - 3 Feb.2018) berdiskusi dengan DR Yasuo Fukuda, Perdana Menetri Jepang (2007-8) yang dikenal sebagai The longest-serving Chief Cabinet Secretary in Japanese history..

Secara terpisah, di Jakarta,  banyak kalangan menilai kinerja Presiden Joko Widodo dalam bidang politik, dan pembangunan hukum dan HAM dinilai memuaskan. Titik terlemah pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla saat ini ada pada bidang ekonomi. Karena itu, Jokowi membutuhkan sosok ekonom mumpuni yang bisa mendampinginya dalam periode kedua kepresidenan.

RR  berdialog dnegan para pemimpin Jepang di Tokyo (31 Jan.-3 Feb.2018)

Sosok ekonom yang dinilai potensial dan memiliki track record yang tinggi itu  adalah Dr Rizal Ramli (RR). Rizal Ramli memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan terbukti mampu membalikkan keadaan dari keterpurukan menjadi peluang yang besar. Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono, mantan Komandan Barisan Soekarno pertengahan 1960-an  Suko Sudarso dan mantan Ketua PP Muhammadiyah Buya Ahmad Syafii Maarif menilai RR merupakan sosok reformis dan ekonom kredibel yang sangat pantas bila diminta berbagai kalangan untuk membantu Presiden Jokowi menghadapi dan mengatasi masalah dan tantangan besar ekonomi dewasa ini. yang sangat ruwet, rentan dan sarat ketimpangan (kf)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...