22 July 2018

Rizal Ramli: Bangun Kilang, Berantas Mafia Migas

Konfrontasi-Pembangunan kilang penyulingan BBM di dalam negeri sudah bertahun-tahun hanya merupakan wacana. Karenanya, ekonom senior Rizal Ramli mendesak pemerintah segera merealisasikan hal tersebut. Menurut Rizal, jika kilang tersebut dibangun ongkos produksi BBM akan lebih murah, dan pemerintah tentunya juga akan menghemat anggaran negara.

Selain membangun kilang, Rizal juga menyerukan agar mafia migas segera diberantas. Pasalnya, mafia migas selama ini membuat biaya BBM tinggi. Para mafia migas ini memperoleh banyak sekali keuntungan dari bisnis migas yang tidak transparan. 

"Selain itu juga harus diberantas mafia-mafia Migas," tandasnya.

Saat ini, kata Rizal, terdapat 86,3 juta pengguna sepeda motor yang jelas-jelas rakyat menengah bawah memakai BBM. Ini alasan kuat untuk menyikat mafia migas yang suka menyetor ke Istana Hitam.

“Di kalangan bisnis migas, dikenal Mr two dollar. Mereka memperoleh fee sedikitnya US$ 2/barel dari minyak mentah (400.000 barel/hari) dan minyak jadi yang diimpor (500.000 barrel). Fee US$2/barel ini ketika harga minyak masih sekitar US$ 60/barel. Kini, setelah harganya di atas US$ 90/barel, keuntungannya lebih besar. Mereka bisa mengantongi keuntungan nyaris Rp 10 trilliun dari impor BBM. Jadi, sikat dulu mafia migas, sebelum bicara kenaikan harga BBM,” papar Rizal.

Sejatinya soal mafia migas ini sudah jadi bisik-bisik nasional. Selain DR. Rizal Ramli, sejumlah tokoh lain juga sering menyinggung soal ini. Pakar perminyakan DR. Kurtubi, misalnya. Dia juga mengecam dominasi mafia migas yang membuat harga BBM di dalam negeri jadi tinggi.

[Baca Juga: Ini Solusi Rizal Ramli Atasi Persoalan APBN Tanpa Perlu Naikkan Harga BBM ]

Category: 
Loading...