21 November 2018

Raja Pakubuwana XIII Hangabehi Lecehkan Remaja 15 Tahun

Konfrontasi – Raja Keraton Pakubuwana XIII Hangabehi tersandung kasus hukum. Tokoh kerajaan ini dituduh melakukan tindakan asusila dan pedofilia.

Kepolisian Resort Sukoharjo didesak agar segera memeriksa dan mengambil sample DNA Raja Keraton Surakarta Paku Buwana (PB) XIII Hangabehi yang diduga telah menghamili seorang gadis di bawah umur, At (15).

Menurut aktivis Jaringan Peduli Perempuan dan Anak Surakarta (JPPAS), Elizabeth Yulianti Raharjo, polisi tidak lagi memiliki alasan untuk tidak segera memeriksa PB XIII Hangabehi setelah ayah At melaporkan kasus tersebut.

“Jika kemarin-kemarin dengan alasan sakit dan juga statusnya sebagai saksi, polisi tidak juga segera memeriksa PB XIII, sekarang dengan status sebagai terlapor seharusnya polisi tidak lagi memiliki alasan untuk tidak segera memanggil dan memeriksa PB XIII. Bahkan polisi juga harus mengambil sampel DNA terlapor,” katanya, Rabu (3/12) pagi.

Sebelumnya, Selasa (2/12), Swn, yang merupakan ayah kandung At, mendatangi Polres Sukoharjo untuk melaporkan PB XIII Hangabehi. Raja Solo tersebut dituduh melakukan pelanggaran UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Kepolisian menerima laporan dengan nomor LP/B/472/XII/2014/Jateng/Res.

“Selama ini PB XIII belum dilaporkan karena dulu yang dilaporkan adalah kasus trafficking, dengan tersangka Wt. Kali ini laporan ke polisi berbeda, biar penyidik yang menentukan pemidanaannya. Dengan status sebagai terlapor, mau enggak mau PB XIII harus menjalani tes DNA. Kalau merasa tidak bersalah kenapa tidak mau diperiksa,” kata Iwan Pangka yang ditunjuk Swn menjadi kuasa hukumnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukoharjo, Inspektur Satu Fran Delanta Kembaren, mengatakan pihaknya akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak untuk memeriksa PB XIII. Pasalnya selama ini pihak kepolisian belum bisa melakukan pemeriksaan karena PB XIII sakit.

“Segera kami koordinasikan dulu,’’ ujarnya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...