25 June 2018

Prof Mai Dar: Kepemimpinan Transformatif Dr Rizal Ramli harus Didukung

FRANKFURT - Kepemimpinan transformatif diperlukan bangsa Indonesia untuk membawa perubahan ke arah kemajuan dan keadilan sosial yang lebih nyata dan para intelektual diharapkan berani membangun kekuatan untuk melakukan transformasi dan perubahan menuju  pilpres 2019 . Dalam hal ini, visi-misi ekonom senior Dr.Rizal Ramli  (RR) sebagai salah satu  tokoh nasional dan intelektual  garda depan yang menjadi harapan rakyat, harus didukung. RR  dinilai masyarakat warga (civil society) berkomitmen pada kemajuan, keadilan, kemanusiaan dan  kebangsaan yang kuat.

Rizal Ramli  memiliki orientasi dan visi-misi ekonomi kerakyatan dan sangat kredibel dalam memperkuat dunia usaha dan sektor korporasi dengan visi-misi sosial  (semacam ekonomi pasar sosial) serta  terus menggemakan gagasan transformatifnya di bidang ekonomi-politik dan sosial untuk mencapai cita-cita Proklamasi 1945 dengan visi-misi  pembangunan yang adil, sejahtera dan merata. 
Demikian benang merah dialog pengajar senior Universitas Marburg Prof Mai Dar (baca: Maidar) dengan  Dr Herdi Sahrasad  (dosen/peneliti  senior Universitas Paramadina dan Universitas Muhammadiyah Jakarta) dan  President European Alumni Organization Jakarta yakni  Ir. Agus Aulia MSc di  Marburg University, di kawasan  Frankfurt Jerman, kemarin. Prof Mai Dar dengan  semangat mengundang Agus Aulia dan Herdi Sahrasad, rekannya (research fellow)  menjadi akademisi tamu di Marburg University, untuk mendiskusikan isu-isu kontemporer ekonomi, politik dan  social-budaya di Indonesia. 
 
Sebagaimana diketahui, Rizal Ramli adalah mantan Menko Ekuin dan Menko Kemaritiman yang  gemar blusukan ke kaum tani, nelayan dan buruh pabrik serta sector kaki lima (informal) dan kalangan  bawah lainnya. RR adalah keluarga besar Pesantren Pondok Gontor Ponorogo dan dekat dengan keluarga Pesantren Tebu Ireng Jombang. RR adalah mantan demonstran ITB hingga lulus, dan meneruskan studi di Sophia University Tokyio dan meraih PhD ilmu ekonomi dari Boston University,AS.
‘’RR saya kira tipikal pemimpin visionis dan kepemimpinan visioner itu sangat diperlukan dan harus didukung rakyat banyak, sekaligus untuk mengoreksi kegagalan Neoliberalisme ekonomi yang jelas menyimpang dan pasti tak sesuai dengan konstitusi 1945,’’ kata Prof Mai Dar dari Universitas Marburg Jerman.
Bildergebnis für rizal ramli gus dur
 
Menurut Herdi dan Agus, berlanjutnya deindustrialisasi era SBY dan Jokowi seharusnya mendorong  negara dan masyarakat  mencari  pemimpin transformative yang kaya terobosan, out of the box, untuk  membangun industrialiasasi  kelautan, pertanian dan manufaktur seraya  membangkitkan ekonomi kerakyatan yang lesu selama ini dihantam Neoliberalisme ekonomi. ‘’Sosok Rizal Ramli sangat pantas  dipertimbangkan pemerintah  dan masyarakat  madani karena saya lihat tim ekonomi Presiden Jokowi terbukti tidak mampu dan  lemah sehingga ekonomi rakyat tergerus,’’ kata Mai Dar (atau Maidar).
"Akibatnya, Indonesis era reformasi belakangan ini tidak  disegani dan dihormati di Asia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kalah dengan Vietnam dan Filipina, ekspornya juga merosot, kalah dengan Vietnam dan Filipina. Hal ini harus mendorong Presiden Jokowi merombak Tim Ekonomi kabinet," imbuh Maidar maupun Herdi.
"Jerman dan Uni Eropa bisa jadi mitra bisnis dan kekuatan modal maupun SDM untuk membangun teknologi Indonesia," ujar Agus.
Mai Dar, Agus Aulia dan Herdi Sahrasad di Marburg
 
Prof Mai Dar , akademisi senior  yang sempat mengajar  falsafah, sejarah dan peradaban  di Universitas Hamburg, Universitas Warsawa dan Universitas Vilnius di Lithuania  itu sepakat dengan pandangan Prof Harry Poezw bahwa Indonesia Indonesia butuh pemimpin nasional  yang mampu memahami dan mewujudkan aspirasi rakyatnya, seperti dulu yang dilakukan oleh Soekarno, Hatta, Tan Malaka,  dan para pejuang lainnya yang  memimpin bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan dan memulai  menata dan memodernisasinya dengan membangun karakter, bangsa dan negara, Dan itu sangat penting. Indonesia memang butuh pemimpin yang tangguh,’’kata Harry.
Harry Poeze menyampaikan harapannya agar bangsa Indonesia perlu  mengerti sejarah dirinya, sejarah Indonesia yang kini menjadi negara besar  dan penting di Asia Tenggara , yang setelah krisis ekonomi dan krisis multi  dimensi 1997/98 berusaha bangkit kembali.(Kf)
Category: 
Loading...