Prediksi Rizal Ramli terbukti lagi: Rupiah Jatuh makin Dalam, Terlemah di Asia

KONFRONTASI- Prediksi dan analisis ekonom senior Rizal Ramli terbukti lagi, kali ini soal melemahnya kurs Rupiah yang merosot tajam dan terpuruk dalam.  RR  sudah mengingatkan bahwa sebelum ada pandemi Corona ekonomi terus merosot dan makin nyungsep di tangan Neoliberalisme Menkeu Sri Mulyani dan lemahnya tim ekuin  kabinet Jokowi dalam mengatasi masalah ekuin.

Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) sudah  mengingatkan pemerintah Jokowi bahwa ''Walaupun BI sudah intervensi, Rupiah tetap jebol menembus Ro16.000.  Intervensi BI (Bank Indonesia) akan sangat mahal & nyaris sia-sia bagaikan buang garam ke laut, kecuali ada dukungan kebijakan fiskal dan terobosan sektor riel. '' 

Sempat menyandang mata uang paling perkasa di kawasan Asia, kini rupiah lemah tak berdaya. Bahkan, kini posisi rupiah tinggal selangkah lagi untuk mencetak rekor terburuk sepanjang masa. Mengutip Bloomberg, Senin (23/3) pukul 10.45 WIB, rupiah masih berada di level Rp 16.550 per dolar Amerika Serikat, turun 3,69% dibanding penutupan Jumat (20/3) di Rp 15.960 per dolar AS.

 BI sudah menggelontorkan Rp300 trilyun untuk mempertahan kurs Rupiah, namun terbukti jebol tembus Rp16.000/dolar AS.

Selangkah lagi, rupiah mengincar rekor terburuknya sepanjang masa yang sebelumnya dicetak pada 17 Juni 1998, yakni di level 16.650 per dolar AS.Dengan posisi saat ini pun, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam dan paling buruk di kawasan Asia. Sepanjang tahun ini, mata uang Garuda tersebut sudah anjlok 19,35%. Mengingat pada 31 Desember 2019 lalu, rupiah masih tenang di posisi Rp 13.866 per dolar AS.

Koreksi rupiah sudah jauh di atas mata uang di kawasan lainnya. Lihat saja, won Korea yang sebelumnya menyandang mata uang dengan pelemahan terdalam, kini ada di level 1.277,57 atau turun 10,53% secara year to date (ytd).

Pelemahan terbesar lainnya adalah baht Thailand. Sepanjang tahun ini, baht sudah ambles 10,10% ke level 32.995 per dolar AS. 

''Rp tetap jebol menembus lebih dari Rp16.000.Intervensi BI itu akan sangat mahal & nyaris sia sia  bagaikan buang garam ke laut, kecuali ada dukungan kebijakan fiskal dan terobosan sektor riel,'' imbuh RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur jebolan ITB dan Boston University AS.

Kondisi perekonomian Indonesia  kini tengah carut marut. Di tengah wabah Covid-19, laju nilai tukar rupiah secara meyakinkan anjlok dalam beberapa pekan terakhir dan telah menembus angka lebih dari Rp 16.500 per dolar AS, lebih parah ketimbang saat reformasi 1998.

Utang Indonesia juga membengkak. Tercatat per Februari 2020, utang Indonesia sebesar Rp 4.948,18 triliun. Di satu sisi, tidak ada kerja tim ekonomi yang efeknya terasa bagi pemulihan ekonomi. Bahkan di periode kedua, Presiden Joko Widodo masih konsisten menyalahkan faktor eksternal, seperti perang dagang Amerika Serikat dan China serta dampak corona sebagai alasan ekonomi lesu. Sementara di internal, pemerintahan Jokowi tidak melakukan terobosan berarti. Laju ekonomi yang berada di angka 4 persen pada penghujung tahun 2019 diprediksi akan semakin nyungsep di tahun ini.

Hingga saat ini, rupiah masih dalam tekanan dari penyebaran virus corona. Jakarta, yang merupakan pusat perekonomian Indonesia, merasakan dampak paling besar. Di sisi lain, rupiah juga di hadang oleh defisit transaksi berjalan yang masih menghantui.

 
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA