19 June 2018

Prastowo Menantang Rizal Ramli: Dia hanya Mencari Panggung Politik, Bernafsu Sudutkan RR

Oleh : Jerry Massie, peneliti senior IPI

Tulisan Yustinus Pratowo : menguji 6 klaim Rizal Ramli : Fakta atau Mitos adalah sebuah sensasi belaka, agar dikenal publik. Padahal ada beberapa data yang disebutkan ngawur.

Prastowo ini dengan basic pendidikan akuntansi dan filsafat, mencoba berargumen dan mengajak debat Rizal Ramli.

Bagi saya Prastowo sedang mencari popularitas tengik agar dilirik Jokowi. Pasalnya, dia mencoba menantang Rizal Ramli untuk menggantikan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang diajak Rizal berdebat namun menolak.

Secara disiplin ilmu pure science or applied science dan empiris dan rasional keduanya bak langit dan bumi. Jika Prastowo ingin menantang Rizal, maka dia harus duduk 4 kali duhulu sebagai menteri, baru bisa ajak debat. 

According to me so far away economic analysis and forecast analysis Rizal Ramli that is amazing and awesome. How about Pratowo? Hemat saya di Indonesia jarang ada ahli ekonomi seperti RR. 

Hasil gambar untuk jerry massie

Jerry M

Analisis ekonomi Rizal right time and right place. Saat ini economic growth kita 5,01 persen masih kalah jauh di era SBY dengan 6,8 persen. Hutang membengkak menjadi Rp 5001 Triliun. Rupiah Rp 14.200 terburuk di Asia. Apa yang harus kita puji. Rizal berpendapat ini warning bagi ekonomi Indonesia. Hal yang disampaikan Rizal dan input-nya cukup constructive kenapa harus di bantah?

Menurut pandangan saya ini pertarungan mahasiswa doktoral dari Universitas ternama dari Amerika yakni Boston University dan mahasiswa lokal yang peringkatnya cukup jauh. 

Begitu pula, RR seorang ahli makro dan mikro ekonomi ditantang Pratowo seorang yang bagi saya bukan ahli dibidang makro ekonomi. Rizal jebolan ITB paham soal statistik, sedangkan Pratowo saya binggung mau dibilang ahli pajak tidak juga. 

Saya lihat "politik cari muka" sedang diperankannya untuk panggung politik. Seakan membela pemerintahan Jokowi. Siapa tahu beruntung, nantinya dipanggil masuk di kabinet Jokowi sebagai "pahlawan kesiangan"

Bisa saja dia ajak berdebat, tapi saran saya Bung Prarowo ini jadi 4 menteri terlebih dahulu, dulu baru menantang Rizal Ramli.

Dalam dunia filsafat ada aksiologis, ontologis, epistemologis, metafisika. "Cogito Ergo Sum" (saya berpikir maka saya ada) sebuah pandangan Filsafat terkenal asal Prancis Rene Descartes. Dalam hal ini dirinya coba berpikir apakah dia mampu menaklukan si "Rajawali Ngepret". Mustahil! itulah kata yang tepat baginya.

Secara eksistensi jauh berbeda, esensi, substansi apalagi wujud keduanya tak berimbang.

Sebetulnya ini perlu dilihat secara rasional
Premis 1, Pratowo menantang Rizal pasti ada maksud politik Premis 2, Pratowo mengambil moment yang tepat untuk mendogkrak popularitas namanya 3. Tak diminta, namun menawarkan diri sendiri 4. Seorang yang bukan ahli makro mencoba menantang ahli makro 5. Mana bisa seorang berlatar belakang pajak menantang ahli ekonomi mikro dan makro.

Pertanyaan saya, apa analisis ekonomi dan ramalan ekonominya pernah terjadi? seperti yang dilakukan RR saat economic crisis terjadi 20 tahun lalu, bagaimana  dia tahu situasi dan kondisi sedangkan ia tidak pernah duduk sebagai menteri? Data-data semua ada di BPS, Kementerian dan KSP tinggal kita copy paste, mudah saja kan. Tapi apakah ini hasil riset dan kajian yang dipaparkan.

Siapa yang seperti RR, saat menjadi menko Perekonomian di zaman mendiang Gus Dur mampu menaikan pertumbuhan ekonomi dari -3 hingga 4% ini belum pernah terjadi dalam sejarah Indonesia. Belum lagi economic policy and goverment policy, economic concept yang dibikin RR. Terus Prastowo apa prestasinya dan kontribusinya buat Indonesia?

Apa keistimewaan Pratowo dibanding RR. 

Kalau RR menantang SMI bukan mencari posisi dan popularitas berbeda dengan Pratowo.  Berbeda kalau deputi kementerian keuangan yang menggantikan debat dengan RR. "It'not beyond beliefe" atau tak masuk akal suddenly si Pratowo menawarkan diri berdebat dengan Rizal Ramli. 

Ini bagaikan dalam tinju, dimana tiba tiba Mike Tyson raja "fighter" ditantang Khaosai Galaxy dari Thailand Kelas Bantam vs Kelas Berat. Atau dalam sepak bola tim "Panzer" tiba-tiba ditantang timnas Vietnam. Bisa saja Vietnam menang tapi banyak melakukan "diving" atau cara lain.

Justru, jika RR berdebat dengan Prastowo maka akan menurunkan image dari RR itu sendiri. Biarlah istilah "anjing menggongong khafilah berlalu" atau dengan kata tidak usah diladeni celotehan Pratowo.

Biasa dirinya mau dikenal, viral dan menjadi trending topic maka dia membuat sensasi murahan. Berbeda RR sudah populer ketimbang dirinya.

Masyarakat tahu kok siapa yang berkualitas serta berkelas dan mana yang high quality and low quality, paham economic condition, market brand atau market condition. (kf)

Category: 
Loading...