18 November 2018

Prabowo: Kita Kembali ke Cita-Cita Proklamasi 1945.

KONFRONTASI- Prabowo Subianto menegaskan  Koalisi Adil Makmur Prabowo-Sandi bertekad kembali ke Cita-Cita Proklamasi 1945. ‘’Kita kembali ke Cita-Cita Proklamasi 1945, ke cita-cita Soekarno-Hatta dan para pendiri bangsa, bekerja keras untuk mewujudkan kemandirian pangan dan energi, membangun sumber daya manusia dan menjaga keutuhan wilayah RI demi maslahat rakyat,’’ tegas nya.

‘’Kita harus bisa jadi bangsa yang mandiri, berdaulat dan bersemangat Trisakti Soekarno dan pasal 33 UUD45 yang sesungguhnya. Tahta kita untuk rakyat,’’ katanya tegas kepada media ini.

Tim ekuin Prabowo-Sandi  menilai para elite kita gagal mengelola negara dan  ekomomi kita sangat salah urus. Kinerja ekonomi Pemerintah Jokowi  kurang baik, target pendapan perkapita sebesar USD 6.018 tahun 2019 tidak dapat dicapai karena diperkirakan pendapatan perkapita 2019 maksimal hanya USD 4.050. Disamping itu, kinerja fiskal Pemerintah Jokowi sangat menyedihkan sehingga pemerintah terjebak dlm kebijakan Defisit Anggaran yang berbahaya, harus gali lubang tutup lubang.

Penasehat GerindraYusuf AR yang juga mantan Ketua KAPPI 1966 itu  menilai, kinerja tim ekuin Jokowi lemah dan pemerintah seolah makin tak berdaya, tak mampu mengatasi masalah..

''Artinya, Pemerintah setiap tahun untuk membayar defisit dan cicilan utang harus membuat utang baru. Akibatnya, besaran kewajiban bunga utang tahun anggaran 2019 sudah mencapai Rp.275 triliun dan tahun 2020 akan mencapai Rp.300 triliun,'' ujar Yusuf,  pemerhati ekonomi yang juga insinyur alumnus Jepang itu.

Para analis dan ekonom menilai, kalau Jokowi terpilih lagi 2019, Dolar  siap  tembus Rp17.000-Rp18.000 karena berbagai kelemahan domestik dan ketidakpercayaan AS/Uni Eropa kepada Jokowi yang dianggap ‘’sudah ngeblok ke China’’.  Artinya, ada  masalah geopolitik yang parah di situ. Problem geopolitik terjadi karena   AS/Uni Eropa  amat kecewa pada Jokowi yang ngeblok ke China dengan  OBOR-nya..

Demikian analisis pengajar/peneliti senior Herdi Sahrasad dari Universitas Paramadina dan F.Reinhard MA dari the New Indonesia Foundation dan Nehemia Lawalata, Tokoh GMNI Indonesia Timur yang juga mantan Sekretaris Prof Sumitro Djojohadikusumo. Mereka  memprediksi  di bawah Jokowi ke depan, ekonomi-politik makin ruwet dan  rupiah tembus sampai Rp17-19 ribu/dolar AS. ‘’Dan  Itu sangat mencemaskan atau bahkan mengerikan bagi dunia industry dan dunia usaha umumnya, ujar Lawalata jebolan FE Universitas Sam Ratulangie.

Jokowi- JK gagal bangun ekonomi rakyat. Pergerakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) semakin sulit untuk diprediksi. Pasalnya, mata uang negeri paman sam itu sudah tembus Rp 15.000 lebih dan cenderng naik terus karena kegagalan Jokowinomics yang menggeber infrastruktur melalui utang yang kini mencapai Rp5000 trilyun lebih.

Nilai mata uang garuda diprediksi masih akan loyo tahun depan. Berbagai faktor baik dalam negeri ataupun luar menjadi bayang-bayang rupiah pada pemerintahan baru.

Ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistianingsih menilai kinerja rupiah pada tahun depan akan berada pada level  melemah. (Laporan tim red)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...