Prabowo: Dulu Saya Gandrung Eropa

KONFRONTASI -  Calon Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto mengaku sangat gandrung dengan hal-hal yang berhubungan dengan eropa saat usia muda.

"Dulu ketika muda saya gandrung dengan hal-hal yang berhubungan dengan Eropa. Saya suka sekali belajar bahasa Inggris, kebiasaan mereka  bahkan ketika mereka berbicara tentang Hak Asasi Manusia (HAM)," jelasnya saat kebangsaan di hadapan Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (APTSI) di Gedung Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).

Namun kegandrungan itu luntur setelah Preabowo mempelajari sejarah negara-negara yang melakukan penjajahan. "Karena kita tidak mengundang mereka untuk menjajah kita mereka datang sendiri," jelasnya.

Dirinya juga menyebutkan, kita juga tidak pernah meminta mereka untuk melakukan pemaksaan tanaman atau culture stelsel. "Namun saya tidak menganjurkan anda untuk membenci suatu bangsa. Saya  tidak mengajurkan hal itu," jelasnya.

Ketua Umum Partai Gerindra itu pun memberikan sebuah analogi seorang pencopet yang memang bertugas mencopet. "Jika kita kehilangan dompet tentu tidak bisa menyalahkan pencopet karena memang tugas pencopet adalah mencopet," tuturnya.

Karena itulah, kata Prabowo, yang harus dilakukan adalah meningkatkan kewaspadaan. "Jangan menyalahkan bangsa lain kita harus berteman dengan siapa saja, tetapi kita harus waspada, kita harus menjaga kekayaan kita sendiri dan setiap insan wajib menjaganya," jelasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyebutkan, ada pihak-pihak yang memang tidak senang bila bangsa ini menjadi adil dan makmur. "Namun bukan mereka yang salah tetapi elit kita dan kita sendiri yang tidak waspada," jelasnya.

Salah satu cara para pihak itu membuat kita tidak makmur adalah dengan menetapkan penguasaan sumber daya alam yang dikuasai oleh satu persen orang Indonesia.

Kata Prabowo, dari sanalah, orang yang jumlahnya hanya satu persen tersebut bisa menetapkan siapa yang akan jadi pejabat di negeri ini. "Karena dengan uangnya mereka dapat menentukan siapa  yang jadi wakil rakyat, siapa yang jadi Presiden dan siapa yang menjadi menteri," ungkapnya dengan nada berapi-api(Jft/Skala)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...