Polling Google: 87 Persen Emoh Jokowi Jadi Presiden Lagi

KONFRONTASI -  Sebuah jajak pendapat atau polling dilakukan situs http://www.googlevote.gdn/

Polling yang dimulai 28 Maret 2018 itu akan berakhir pada 20 April 2018. Belum diketahui siapa yang membuat polling tersebut.

Dalam polling, terlihat betapa tidak diinginkannya kembali Jokowi memimpin Indonesia.

Hal tersebut sebagaimana hasil polling yang terjadi sampai hari ini, Senin (2/4/18), pukul 14.00 WIB, dimana sebanyak 87 persen atau 32.846 dari 37.721 votters tidak sudi Jokowi kembali memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sedangkan 13 persen atau 4.875 votter mendukung Jokowi kembali menjadi RI 1.

Dalam polling di googlevote tertera sebuah kalimat yang isinya;

Dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk kembali memimpin Indonesia 2019-2024 semakin menguat. Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Sri Adiningsih mengatakan, alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus lanjut ke periode dua. Sebab, masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan Jokowi. Seperti menjaga stabilitas ekonomi dan menurunkan angka pengangguran.

“Ini dapat menjadi awal yang baik dan menjadi salah satu alasan dan daya tarik Joko Widodo untuk kembali memimpin Indonesia pada 2019 mendatang,” kata Sri dalam diskusi ‘Kenapa Jokowi Harus 2 Periode’ di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat.

Tak hanya itu, Sri juga menilai Jokowi mampu memberikan banyak kemajuan untuk Indonesia seperti inflasi yang terus terjaga, perbankan yang cukup sehat hingga perekonomian yang mampu bersaing di dunia.

“Pak Jokowi mampu memberikan kemajuan. Seperti inflasi yang terus terjaga, perbankan yang cukup sehat hingga perekonomian yang mampu bersaing di dunia,” paparnya.

Sementara Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menilai, Jokowi mampu memberikan capaian kinerja yang baik selama tiga tahun memimpin. Seperti melakukan pembangunan infrastruktur yang meningkat dan meraya di seluruh Indonesia.

“Pembanguna infrastruktur meningkat dan merata. Indonesia yang saat ini dinyatakan laik investasi,” imbuh Hariyadi.

Bagaimana tanggapan anda? Silahkan isi polling di bawah : (Polling Ditutup 20 April).

Untuk ikut berpartisipasi silakan klik disini.(KONF/TELUSUR)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...