14 August 2018

Pilpres 2019: Gatot Tak Masuk, TGB dan Rizal Ramli Capres Alternatif Favorit

KONFRONTASI -  Publik masih berharap pemilihan presiden (Pilpres) 2019 tidak hanya diisi oleh Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Wacana calon presiden (capres) alternatif pun makin menguat.

Nama-nama yang dipilih dalam jajak pendapat itu, antara lain Habib Rizieq Shihab di urutan pertama, menyusul kemudian KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Ustadz Abdul Somad, TGB Zainul Majdi, KH Ma’ruf Amin, dan Jokowi berada di urutan ke-6. Ada pula nama lain seperti KH Musthafa Baisri (Gus Mus), KH Yusuf Mansur dan tokoh-tokoh lain. 

“Namun, tokoh seperti Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI) dan Anies Baswedan ternyata enggak masuk dalam kategori pemimpin umat, itu survei April” kata pengamat politik yang juga Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio Hendri saat dihubungi wartawan, Sabtu (9/6).

Tuan Guru Bajang (TGB)

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB). (JawaPos.com)

Artinya, menurut Hendri, saat ini figur pemimpin alternatif belum mengerucut ke satu tokoh. Termasuk umat Islam yang masih dalam posisi menyeleksi siapa figur yang layak menjadi pemimpin alternatif. 

“Apakah itu sosok Prabowo, TGB Zainul Majdi (Gubernur NTB) atau mungkin saja malah tokoh alternatif seperti Rizal Ramli yang akan dipilih untuk menyaingi Jokowi nanti,” sambungnya. 

Pasalnya, kata Hendri, masyarakat Indonesia yang didominasi oleh umat Islam, masih memilih tokoh sesuai dengan kebutuhan. 

Misalnya saat ini kebutuhannya adalah ekonomi, karena Indonesia sedang tidak baik secara ekonomi maka yang yang akan lebih dicari itu ya orang-orang yang memiliki background ekonomi Bagus. "Ya salah satunya figur seperti Rizal Ramli,” jelasnya. 

Pilihan lainnya, bila umat Islam membutuhkan tokoh yang ulama sekaligus umaro, yang dipilih adalah TGB Zainul Majdi atau beberapa calon alternatif lain yang selama ini beredar, seperti Mentri Kelautan Susi Pujiastuti atau mantan Ketua KPK Abraham Samad.

“Tapi yang jelas masih selektif dan masih cair sekali pilihannya. Jadi enggak berarti dia harus (tokoh) dari partai politik atau dari militer, tetapi lebih ke kebutuhan,” pungkasnya.(KONF/JPNN)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...

Selasa, 14 Aug 2018 - 12:30
Selasa, 14 Aug 2018 - 12:26
Selasa, 14 Aug 2018 - 12:04
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:59
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:57
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:57
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:55
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:54
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:49
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:46
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:44
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:41