18 August 2018

Pilihan Boleh Beda, Tapi Nasionalisme yang Utama

KONFRONTASI -   Makin lama perdebatan di media sosial atau medsos jauh dari subtansi. Medsos dipenuhi dan belum ada tanda-tanda berakhir. Tokoh nasional Dr. Rizal Ramli pun menyayangkan hal tersebut.

“Hari ini di sosial media, si satu dukung si A, yang lain dukung si B, dan dukung si C, buntutnya berantem,” kata dia dalam keterangan yang diterima KedaiPena.Com, ditulis Rabu (15/5/2018).

“Kebanyakan ribut, substansinya enggak nongol,” sambung RR, sapaannya.

Gus Romli, begitu dia disapa, perdebatan yang jauh dari substansi di medsos juga disebabkan oleh makin suburnya politik pencitraan.

“Kompetisi pencitraan sejak zaman Pak SBY, Pak Jokowi berlanjutnya pencitraan. (Sekarang) kita harus geser, jadi kompetisi gagasan, visi dan krater. Itu lebih bermanfaat dan mendidik bangsa kita,” ujarnya.

“Saya, Rizal Ramli masuk gelanggang ini, saya dari keluarga sederhana, saya yatim piatu dari 6 tahun, sampai sekarang ini menjadi ‘game changer’, mengubah pola permainan, kita ubah permainan bukan hanya pencitraan tetapi kompetisi gagasan dan track record. Saya harap makin banyak yang ikut maka makin bagus,” ucapnya menambahkan.

Dalam beberapa kesempatan, Rizal juga sering mengatakan, meski pilihan berbeda tapi tetap selalu jaga nasionalisme dan semangat persaudaraan.

“Karena itu saya berharap dalam tahun politik ini tidak ada lagi pencitraan. Kalau hanya pencitraan maka buntutnya rakyat hanya dimainkan emosinya, kalau itu terjadi akhirnya bangsa terbelah,” demikian ekonom senior yang pernah menjabat Menko Perekonomian era Presdien Gus Dur.(KONF/KEDAIPENA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...