10 December 2019

Pemerintah Kembalikan Bola Panas Mahakam kepada Pertamina

KONFRONTASI - Pemerintah melempar bola panas kepada PT Pertamina (Persero) atas besaran sharedown kepemilikan saham Blok Mahakam, yang akan mengalami terminasi pada 2018 nanti.

Sebelumnya Kementerian ESDM pada masa kepemimpinan Sudirman Said telah menetapkan porsi sharedown saham sebesar 30 persen, sisanya untuk PI (Daerah) 10 persen dan Pertamina 60 Persen.

Namun belakangan Menteri ESDM Ignasius Jonan membolehkan sharedown lebih besar kepada operator existing PT Total E&P Indonesia (TEPI) mencapai 39 persen.

Lalu wacana ini mendapat penolakan keras dari publik, alhasil yang pada awalnya Menteri ESDM Ignasius Jonan mempunya inisiatif untuk merevisi keputusan Menteri Pendahulunya, Sudirman Said, namun sekaran berbalik arah.

Bola panas dilemparkan kepada Pertamina, hal ini diartikan bahwa Pertamina boleh mengajukan kepada pemerintah untuk memperbesar posrsi sharedown lebih dari 30 persen.

“Kita ini kan terserah Pertamina. Yang kita wajibkan, Pertamina itu minimal menguasai 51 persen karena 10 persen adalah PI untuk daerah. Kalau Pemerintah menugaskan Pertamina (mengelola Blok Mahakam) terus (sahamnya) tidak sampai 51 persen, ya kurang eloklah. Jadi sisa 39 persen, terserah Pertamina,” ujar Jonan di Jakarta ditulis, Jumat (29/9).

“Kalau Pertamina butuh share down 39 persen, silakan tulis surat ke kita. Sebelum ada permohonan, kita nggak akan ubah apa-apa (aturan). Itu terserah Pertamina. Mau share down berapapun boleh, hanya minimal Pertamina harus 51 persen,” tambah Jonan.

Kalaupun Pertamina tidak ingin menjual sahamnya, lanjut Jonan, hal itu juga bukan masalah. Bagi Pemerintah, ada dua hal yang terpenting yaitu pertama, cost recovery-nya secara logis tidak boleh lebih besar per barel harga minyak atau per MMBTU gas dari eksisting operator. “Kalau lebih besar, harus ada justifikasi yang meyakinkan,” katanya.

Kedua, produksi Blok Mahakam tidak boleh turun. Apabila turun, maka harus didiskusikan apakah bisa diterima secara teknis.

Sementara itu, terkait perkembangan blok Mahakam, pada 16 Juli 2017 telah dilakukan penanjakan (spud) pemboran sumur pertama di Lapangan Tunu (PHM) dan WK Mahakam (TEPI). Selanjutnya hingga tanggal 22 September 2017, telah dilakukan pemboran 6 sumur (TEPI) da 5 sumur (PHM).

Terlepas daripada itu, berdasarkan Informasi yang diterima Aktual.com bahwa inisiatif untuk memperbesar porsi share down datang dari direksi Pertamina, perusahaan itu tidak sanggup menanggung pembiayaan.

Oleh karena itu, pemerintah tidak ingin disudutkan publik atas revisi kebijakan, sehingga bola pana dikembalikan kepada Pertamina dengan secara formal mengajukan surat permohonan porsi sharedown.***AKTUAL

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...