Natalius Pigai: Kalau Saya Presiden Jokowi, Sudah Pasti Mundur Demi Bangsa Dan Negara

KONFRONTASI -    Kebijakan Amerika Serikat yang menarik warga negaranya, khususnya yang berusia di bawah 21 tahun dari Indonesia harus menjadi perhatian serius.

 

Penarikan WN AS dari Indonesia itu terkait lonjakan penyebaran virus corona atau Covid-19 yang sudah tembus angka 1.024 kasus positif infeksi. Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menyebut kebijakan AS adalah tanda bahwa data yang dimiliki Indonesia diragukan dunia. "Depok saja diawasi 131 orang dan suspect 255 orang.

 

Kalau 514 kabupaten/kota? Dunia ragu angka pemerintah hari ini," ujar Pigai di akun Twitter pribadinya. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang gagal dicegah, kata Pigai, mengakibatkan semakin tidak jelasnya pertumbuhan ekonomi. Baca Juga Apresiasi Keputusan Lockdown Papua, Natalius Pigai: Pemerintah Pusat Jangan Asal Tolak! Seandainya dia adalah Presiden Joko Widodo, Pigai mengaku memilih mundur demi keselamatan negara di tengah pandemi Covid-19. "Ekonomi morat marit. Kalau saya Presiden Jokowi sudah pasti mundur demi bangsa dan negara!" pungkasnya.(Jft/RMOL)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA