22 November 2019

Menko Rizal Ramli Diyakini Tahu Siapa Dalang Sinetron Antar-Geng berebut Freeport. Sidang Tertutup MKD atas Setnov Harus Dicurigai

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli telah mengungkapkan jika kisruh antara Menteri ESDM Sudirman Said dengan Ketua DPR Setyo Novanto (Setnov) hanyalah asap, dan tentu ada apinya.

Bara sebenarnya adalah telah terjadinya pertempuran geng elite politik terkait renegosiasi kontrak karya PT. Freeport. Pernyataan Rizal itu dibenarkan pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

Dia pun menilai, jika Rizal Ramli tahu betul siapa dalang dibalik kekisruhan yang terjadi."Kalau ditanya siapa dalangnya, saya rasa Pak Rizal Ramli tahu siapa. Tinggal keputusan dia mau mengungkap atau tidak," terang Hendri pada diskusi akhir pekan di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12/2015).

Pada persoalan kontrak karya PT. Freeport ini, dikatakan Hendri, sudah dibuka semua apa saja keuntungan dan kerugian tentang keputusan pemerintah oleh Menteri Rizal. Dimana pria yang terkenal dengan jurus kepretnya itu pernah mengungkapkan bila pemerintah berhasil mengusir pergi PT. Freeport maka pemerintah akan mendapat durian runtuh berupa penguatan nilai Rupiah terhadap dolar.

"Pak Rizal kan telah mengungkap semuanya, dimana dolar bisa cuma dua ribu kalau pemerintah berani," terangnya.

Karena itu, Hendri berharap semua pihak jangan terlalu dalam tenggelam dalam peperangan yang tampak antar Menteri Sudirman dan Setia Novanto. Sebab persoalan terpenting adalah soal renegosiasi kontrak karya PT. Freeport.

"Pikirkan bagaimana pengelolaan Freeport bisa menguntungkan rakyat," pungkasnya.

SIDANG MKD DPR

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan bahwa sidang etik Ketua DPR Setya Novanto yang digelar tertutup dapat mengundang kecurigaan publik.

Pasalnya, sidang tersebut berbeda dengan sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) sebelumnya yang digelar terbuka.

Sebelumnya, MKD memeriksa Menteri ESDM Sudirman Said dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin secara terbuka.

Pramono menuturkan, sidang tertutup terhadap Setya terkait kasus dugaan pencatutan nama Presiden-Wakil Presiden tidak akan mengurangi pengetahuan publik mengenai substansi persoalan.

Ini disebabkan rekaman pembicaraan Setya dan pengusaha Riza Chalid sudah didengar masyarakat.

"Sekarang ini kalau (sidang) diputuskan tertutup secara luas bisa menimbulkan pertanyaan, prasangka, tanda baca yang macam-macam," kata Pramono, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Meski demikian, Pramono menyadari bahwa mekanisme sidang yang terbuka atau tertutup menjadi kewenangan MKD.

Ia hanya berharap MKD dapat mengampil putusan sesuai dengan hati nurani. Pramono pun akan melaporkan dinamika yang berkembang kepada Presiden.

"Yang paling penting, apapun yang diputuskan, rakyat sekarang menunggu betul-betul," ujar mantan Wakil Ketua DPR tersebut.

"Mudah-mudahan hati nurani digunakan untuk mengambil keputusan apapun yang akan diberikan pada hari ini," ucapnya.(KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...