12 November 2019

Menko Luhut Jadi Sasaran Serangan Netizen di Medsos, Tagar #TolakAsingNangkapIkan Menyeruak

KONFRONTASI -  Kalangan netizen bereaksi keras atas wacana yang disampaikan Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan. Para penggiat media sosial ini menolak rencana Luhut membuka peluang pengelolaan perikanan Natuna bagi investasi asing.

Penolakan tersebut salah satu cuitan yang menjadi trending topic dengan tanda pagar, #TolakAsingNangkapIkan.

"Menjaga laut agar tidak tersentuh negara asing merupakan kewajiban kita semua #TolakAsingNangkapIkan," kicau @anggunmawar.

"Cukup darat, udara dan isi bumi kita gadaikan ke asing, TIDAK UNTUK ISI LAUT! #TolakAsingNangkapIkan @kemaritiman @jokowi," kicau @JagaLaut. 

"Kekayaan laut indonesia harus jadi investasi anak cucu bangsa indonesia," timpal @HylmiAlFauzi.

Sebelumnya, mantan Menko Polhukam, itu juga dalam beberapa kali kesempatan menyampaikan keinginannya memberikan kesempatan kepada investor asing untuk ikut mengelola perikanan Natuna yang potensi ikan lestarinya mencapai 1,14 juta ton per tahun. Bahkan berharap aturan DNI diganti lagi.

"Kan negative list-nya kita yang buat. Kalau perlu kita ubah, kita ubah," tegasnya, Selasa (2/8).

Keinginan Menko Luhut itu ditentang keras oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dia bahkan mengancam mengundurkan diri dari jabatannya jika usaha perikanan tangkap di Natuna dibuka untuk investasi asing.

"Kalau perikanan tangkap sampai diberikan ke asing, saya siap mengundurkan diri karena reforming perikanan harus disiplin dan itu untuk kepentingan sustainability (keberlanjutan)," tegasnya kemarin. (juft/rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...