Mantan Menkeu: APBN sudah lampu kuning. Orang mulai berspekulasi “how long can you go”?

KONFONTASI- Mantan Menkeu Fuad Bawazier mengingatkan bahwa tanpa bantuan BI yang ikut membeli SBN tanpa bunga, maka  beban bunga APBN semakin besar dan APBN semakin terpuruk. ''Tapi tetap saja kekuatan APBN sudah lampu kuning. Orangpun mulai berspekulasi “how long can you go”?'' kata Fuad, ekonom senior Dewan Pembina Gerindra,

Fuad melihat, ekonomi sudah terpuruk dan pemerintah makin  kesulitan mengatasi persoalan ekonomi di tengah pandemi Covid 19 ini karena tak ada terobosan dari Kabinet Jokowi. Fuad merespon konstruktif pandangan kritis Rizal Ramli (RR) soal terpuruknya ekonomi beberapa tahun ini. Fuad menilai, ekonomi makin berat, seperti yang disampaikan oleh RR dan ekonom lainnya yang berpikir sehat dan bernalar cerdas.

Sebelumnya tokoh nasional/ekonom senior Riza Ramli mengungkapkan, ada kenaikan beban bunga utang 18,8% (373 Trilliun) sementara pertumbuhan kredit negatif, yang bikin daya beli rakyat anjlok ! ''Kok semuanya ke-balik-balik, pantes ekonomi Jokowi nyungsep,'' kata RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur

Beban bunga utang pada APBN 2021 meningkat kurang lebih 18,8% dari Rp314,1 triliun pada 2020 menjadi Rp373,26 triliun pd 2021 ... Pada 2020, belanja bunga utang tercatat tumbuh 14% dari Rp275,5 triliun pada 2019 menjadi Rp314,1 triliun. https://news.ddtc.co.id/beban-belanja-.

''Itulah 'kecanggihan' Menkeu Terbalik Sri Mulyani. Pertumbuhan kredit negatif sejak Oktober 2019 kesedot penjualan SUN, daya beli semakin anjlok. Pak jokowi semaking nyungsep,'' ujar RR

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...