16 October 2018

Luhut Akan Pakai Dana China untuk Penanaman Sawit 2,5 Juta Ha

KONFRONTASI -  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akan segera merealisasikan tawaran China Development Bank (CDB) yang berminat membiayai program penanaman kembali (replanting) sawit.

Tawaran berupa pembiayaan mikro tersebut digaungkan setelah Perdana Menteri China Li Keqiang menyambangi Indonesia pada awal Mei lalu. 

Sebagai langkah awal, Luhut telah mengundang perwakilan petani melalui Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) untuk menentukan lahan yang akan memanfaatkan pembiayaan mikro dari CDB. 

Lihat juga: Menko Luhut Sebut India Lirik Investasi di Sabang

Di dalam pertemuan itu, Apkasindo meminta program kredit replanting dilaksanakan di lahan binaan Apkasindo seluas 2,5 juta hektare (ha). 

"Dibilangnya, mereka minta 2,5 juta ha dan ini nantinya pembiayaan ini disalurkan ke dua koperasi," jelas Luhut di kantornya, Jumat (25/5).

Program pembiayaan mikro ini sebetulnya terbilang murah. Namun begitu, Luhut tengah melakukan negosiasi agar bunga tersebut bisa lebih murah dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersubsidi yang saat ini sebesar 7 persen.

CDB menyerahkan seluruh skema penyaluran pembiayaan ke Indonesia. Namun, ia tak mau pemerintah campur tangan di dalamnya.

"Yang penting koperasi ini bisa dapat dengan murah bunganya, kami harap lebih murah dari bunga KUR," imbuh Luhut. 

Ketua Apkasindo Provinsi Riau Gulat Manurung mengatakan kucuran dana dari China itu dipatok dengan bunga kredit 4 hingga 5 persen. Masa tenggang (grace period) pinjaman itu berdurasi lima tahun.

Lihat juga: Pemerintah Lepas 977 Ribu Hektare Tanah untuk Reforma Agraria

Apkasindo akan menemui Luhut kembali pekan depan untuk menyerahkan detail rencana program peremajaan sawit menggunakan dana tersebut.

"Pak Menko Kemaritiman bilang bahwa uang itu harap digunakan petani. Jadi, tadi kami diminta untuk membuat program yang sedianya akan diberikan pada pekan depan," jelas Gulat.

Adapun, saat ini Apkasindo menaungi 1,5 juta anggota dengan luasan lahan 4,7 juta ha atau setara dengan total luas lahan kelapa sawit yang dimiliki petani. Luasan lahan itu tersebar di 10 provinsi seluruh Indonesia.(KONF/CNN)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...