Komunis China ubah Masjid-Masjid Di Turkistan Timur Tanah Bangsa Muslimiin Uighur Menjadi Kafe Dan Tempat Wisata

KONFRONTASI -   Ingatlah bahwa bangsa Muslimiin Uighur adalah penduduk sah Turkistan Timur sebelum dijajah Cina. Tanah yang kaya minyak dan gas alam. Luas pula wilayahnya. Lalu kini mereka ganti namanya menjadi Xin Jiang.

Ingatlah bahwa mereka sudah menjajah Tibet, tanah kaum Buddha pula. Salju di sana adalah sumber air yang luar biasa. Diperlukan oleh Neo Komunis Cina.

Ingatlah juga bahwa Cina sedang hampir putus asa karena terlalu banyak manusianya sedangkan Sumber Daya Alamnya sedikit. Hutang luar negeri mereka pun terbesar di dunia (data sampai 2019). 

PARAH.. KOMUNIS CHINA UBAH MASJID-MASJID DI UIGHUR JADI KAFE DAN TEMPAT  WISATA - YouTube

Indeks GDP mereka yang digadang-gadang tinggi, adalah keropos, bahkan tipuan, menurut banyak ahli. Utamanya karena hanya didasarkan kepada parameter tingkat pembangunan, bukan tingkat kesejahteraan, daya beli, dll.

Situasi seperti ini saja sudah cukup untuk membuat mereka menjadi Predator, Agresor, Penjajah!

Otoritas Komunis China Tutup 3 Masjid Milik Etnis Muslim Hui

Mereka juga tentu amat memerlukan Laut Cina Selatan yang kaya gas alam dan perikanan. Mereka klaim ini hanya atas dasar hak historis. Padahal ini wilayah milik bersama Vietnam, Malaysia, Filipina, Brunei, dst.

 

Shalat Zuhur di Masjid Istiqlal (Jakarta) – my eat and travel story

Mereka juga pasti mengincar Indonesia

 

Negeri Nusantara yang strategis letaknya di antara 2 samudera dan 2 benua. Amat kaya Sumber Daya Alamnya!

Dan berpenduduk mayoritas Muslimiin. Yang tidak mereka sukai, manakala memiliki kekuatan ekonomi, politik, dsb.

Karena Komunis dan Neo Komunis (Komunisme yang dicampurkan Kapitalisme) tetap saja anti Agama yang manapun!

Sedangkan sistem Islaam mengatur amat lengkap segala hal! Mulai bagaimana seseorang bangun tidur sampai tidur kembali! Dalam hal individual sampai komunal (bermasyarakat) dalam Pol-Ek-Sos-Bud-Han-Kam!

Sedangkan Komunisme berangkat dari Marxisme.

Dan membenci sistem pemerintahan berdasarkan agama (Teokrasi) Eropa (Katholik dan Protestan) dan Feodalismenya (adanya sekat-sekat kelas yakni 4 kelas: Agamawan, Bangsawan, Pebisnis, dan Rakyat Jelata). 

Yang mereka anggap 3 kelas teratas adalah koruptif, menekan Rakyat Jelata. 

Dan mereka jadi membenci Agama dan Ketuhanan!

Ironis, karena dalam Islaam, agama Ketuhanan Yang Maha Esa dengan 124.000 nabi dan rosul sejak awal jaman ini, seseorang yang mengaku berimaan, tak akan sah imaannya, bahkan tak akan masuk Surga, jika tak peka sosial!

Tak ada Puasa Romadhon yang sah, jika si Muslim, Mu'min, belum membayarkan Zakatnya untuk kaum lemah, fakir, miskin, yatim dll., contohnya!

Kabar Politik - Istana: Hal Baru, Wajar Masyarakat Ingin... | Facebook

Tak ada imaan yang sah, manakala dia tahu tetangganya lapar - apapun agamanya - dan dia diam saja!

Dan banyak sekali peraturan sempurna agama Ketuhanan Yang Maha Esa (Tawhiid) sejak awal jaman dengan 124.000 nabi ini!

Jadi, tetaplah berimaan!

Laksanakan peraturanNya!

Dan waspadalah! Berstrategilah! Berjama'ahlah dalam kebenaran!

Karena bahaya Neo Komunisme-Atheisme RRC (dengan Belt-Road Initiative atau One Belt-One Road), hingga Kapitalisme-Zionisme dari 'Barat' (Amerika dan semua jaringan globalnya) dan Syi'ah (berpusat di Iran) yang sama-sama bersumpah hendak menguasai Bumi, adalah nyata!

Cepat atau lambat, mereka berusaha mewujudkannya!

Sesuai juga peringatan bisyaroh Hadits dan Al Qur'aan akan datangnya Dajjal. Yang adalah sama ciri-cirinya dengan Moshiach (Mesias) bagi Yahudi, adalah Anti Kristus (666 atau 616) bagi Kristen, dan adalah Imaam al Mahdi (Imaam Kedua Belas) versi Syi'ah.

Semuanya akan selesai di masa Rosuululloh Isa Al Masih 'alaihis salaam (alias juga dikenal dengan nama Isho, Esau, Yesua, bahkan dalam versi lain: Yesus), bersama Imaam Al Mahdi yang sejati. 

Nanti.


Tertanda:

Jaringan Pembela Risaalah Islaam dan Jaringan Patriot Republik Indonesia (Japri) 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...