17 August 2018

Keteguhan Rizal Ramli dan Kedekatannya dengan NU, Muhammadiyah dan Pondok Gontor

KONFRONTASI-  Para analis dan publik melihat bahwa pergulatan tokoh nasional Rizal Ramli mencerminkan “Keteguhan terhadap cita-cita untuk Indonesia yang lebih baik, lebih adil dan lebih sejahtera, tidak boleh terhenti karena kabut dan kegelapan sesaat.Rizal Ramli memperjuangkan demokrasi dan keadilan sejak mahasiswa, tiada henti, di luar maupun di dalam sistim. Kemunduran hanyalah cobaan dan kemenangan yg tertunda. Sekali Patriot, tetap Patriot sampai akhir hayat”

Hasil gambar untuk RR dan ulama gnpf
Ekonom senior Rizal Ramli mengaku, pada dirinya secara pribadi tidak pernah merasa ada dikotomi antara Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Baginya, dua institusi itu sudah merasuk menjadi satu dalam dirinya.

Demikian kata Rizal ketika ditanya oleh peneliti Jepang, Nakamura, soal kedekatannya dengan NU padahal terlahir di Padang. “Jika Anda mengatakan saya orang Padang, kenyataannya memang saya lahir di Padang. Dan mayoritas masyarakat Padang memang Muhammadiyah. Saat saya menjadi yatim piatu di usia 6 tahun, saya diboyong nenek saya ke Bogor. Di Bogor, mayoritas adalah warga NU,” ujar Rizal Ramli kepada Nakamura di Tokyo, Jepang, seperti dilansir tribunnews.com, 3 Februari.

Nakamura adalah peneliti Muhammadiyah dari Chiba University, Jepang. Salah satu karyanya “Bulan sabit terbit di atas pohon beringin: Studi Tentang Pergerakan Muhammadiyah di Kotagede Sekitar 1910-2010.

Selain karena lingkungan masa kecil, NU juga telah menyatu dalam diri Rizal. Hal ini lantaran pria berkacamata ini memiliki sejarah panjang dalam konteks persahabatan dengan bekas Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama, (alm) KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur, yang juga Presiden RI ke-4.

Hubungan yang dekat dengan Gus Dur itu mau tidak mau di kemudian hari membawa Rizal Ramli juga berhubungan dekat dengan kaum Nahdliyin atau yang lebih dikenal dengan NU Kultural.

“Saya bersahabat dengan Gus Dur sudah lama sekali. Semasa almarhum menjadi Ketua Umum PBNU, saya sering hadir di ceramahnya,” tutur Rizal Ramli.

Rizal Ramli-pun mengaku kerap berkunjung ke beberapa pesantren, seperti Tebu Ireng di Jombang, Al Hikam yang didirikan oleh almarhum KH Hasyim Muzadi di Depok, Jawa Barat.
Kemudian Pesantren Al Kharimiyah yang dipimpin oleh KH A Damanhuri di Sawangan Depok, pesantren Mambaul Hikmah yang dipimpin oleh KH Sulton di Tegal.

Hasil gambar untuk RR dan ulama gnpf

“Ketika saya diundang ke pertemuan alumni pesantren Tebu Ireng, ratusan alumni yang hadir dalam pertemuan itu memberikan saya gelar Gus Romli,” ungkap Rizal Ramli.

Selain dengan NU, Rizal Ramli menambahkan, bahwa dirinya juga mempunyai hubungan cukup dekat dengan Pengurus Pusat Muhammadiyah.

“Beberapa kali saya menghadiri pertemuan  yang diselenggarakan oleh PP Muhammadiyah. Saya pernah menjadi saksi ahli dalam gugatan yang dilakukan oleh PP Muhammadiyah terhadap UU Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang dinilai pro pasar bebas dan asing. Gugatan itu diajukan ke Mahkamah Konstitusi dan berhasil menang,” papar izal Ramli.

Rizal Ramli juga menceritakan bahwa ia juga mempunyai hubungan dekat dengan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang banyak mempunyai alumni yang menjadi tokoh-tokoh Islam.

Antara lain, sambung Rizal, Din Syamsudin yang pernah menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah dan almarhum KH Hasyim Muzadi yang pernah menjadi Ketua Umum PBNU serta Ustad Bachtiar Nasir yang menjadi penanggung jawab Aksi Damai satu juta Umat Islam pada tanggal 4 November 2016 (411) di Monas dan sekitarnya.

“Sebenarnya saya punya historis juga dengan Pondok Pesantren Gontor. Pada tahun 1976, saya dan seirang kawan, Irzadi Mirwan, pernah “nyantri” seminggu di Gontor,” kenang Rizal Ramli.

Setelah mendengarkan penjelasan Rizal Ramli, Nakamura-pun mengaku, memiliki kesamaan dengan mantan Menko Ekuin era pemerintahan Gus Dur itu. Meski penelitiannya hanya terfokus pada sejarah pergerakan Muhammadiyah, Nakamura mengatakan, kawan-kawannya di Indonesia tetap banyak juga yang berasal dari kalangan Nahdlyin.

Hasil gambar untuk Rizal ramli dan KH Hamzah

Bahkan, Nakamura mengungkapkan, bahwa almarhum Gus Durpernah bertandang ke rumahnya di Jepang. Gus Dur-pun, dikisahkan Nakamura, sempat menantangnya untuk meneliti lebih jauh gerakan Islam di Indonesia.

“Anda melihat sebagian dari Islam di Indonesia saja, kalau cuma Muhammadiyah itu kurang sempurna. Anda harus melihat NU (Nahdlatul Ulama, red), coba ikut mengobservasi, pengamatan terhadap gerakan masyarakat NU,” kenang Nakamura menirukan ucapan Gus Dur. (FF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...