20 June 2018

Kaum Muslim, Ingatlah: Rizal Ramli dan Warga Kecil jadi Korban Kuasa Jokowi, Ahok dan Taipan-Taipannya

KONFRONTASI-Kaum Muslim, ingatlah: Rizal Ramli dan warga Kecil jadi korban kuasa Jokowi, Ahok dan Taipan-Taipannya dalam kasus reklamasi. Keserakahan elite-elite sudah memakan korban rakyat kecil dan Rizal Ramli yang membela kepentingan rakyat kecil dari semua agama dan suku dan golongan. Jokowi hanya pelayan modal.. Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan komposisi baru Kabinet Kerja pagi tadi (Rabu, 27/7). Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli termasuk korban reshuffle jilid II. Posisi Rizal lantas digantikan Luhut Binsar Pandjaitan yang sebelumnya menjabat Menko Politik Hukum dan HAM. Di balik keputusan itu, Rizal Ramli diduga menjadi korban kepretan Presiden Jokowi. Menurut Bennie Akbar Fatah, Aktivis 66 dan Ketua Klinik Hukum Merdeka, keputusan mengganti Rizal Ramli merupakan gong kemenangan bagi Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Tak menarik kalau Rizal Ramli direshuffle, apalagi disaat pertarungannya dengan Ahok terkait reklamasi pulau G semakin memanas," kata Bennie Akbar Fatah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/7). Keputusan Jokowi itu sangat disesalkan. Sebab, rakyat Indonesia tengah menanti hasil dari pertarungan tersebut terutama siapa yang benar dan yang salah. "Rakyat tentunya kecewa karena pertarungan itu dihentikan oleh Presiden Jokowi dengan mengganti Rizal Ramli dengan Luhut Panjaitan," ujar Bennie. Menurut dia, rakyat juga kecewa dengan keputusan Presiden Jokowi yang mencopot Rizal Ramli. Selain itu, rakyat juga menilai kalau Presiden Jokowi berpihak kepada Ahok. "Dia (Ahok) diselamatkan Presiden Jokowi dan terkaman Rizal Ramli. Artinya keputusan itu kemenangan Ahok," demikian Bennie Menko Maratim dan Sumber Daya, DR Rizal Ramli dicopot dari Kabinet Kerja dan digantikan dengan Luhut Binsar Panjaitan. Ini membenarkan dugaan sebagian pihak bahwa Presiden Jokowi didanai pengembang Podomoro. Demikian disampaikan Koordinator Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (Galak), Muslim Arbi dalam keterangan persnya. “Ini sebetulnya skandal pilpres dan harus dibongkar. Jokowi terlihat sangat membela Ahok,” sambung dia. Bukan hanya kali ini saja Jokowi membela Ahok. Sebelumnya, Ia melarang jaksa dan polisi untuk tidak mempidanakan kebijakan kepala daerah. Padahal perbuatan Ahok di beberapa kasus di DKI mesti sudah membuat politisi yang kerap pindah parpol menjadi tersangka. “Apalagi dalam kasus RS Sumber Waras. Audit BPK sudah membuka secara gamblang. Sehingga pelarangan Presiden Jokowi itu semata-mata untuk membela Ahok,” tegas dia. Jadi, sambung Muslim, isu pencopotan Rizal Ramli, pembelaan Jokowi terhadap Ahok, perseteruan soal reklamasi Teluk Jakarta, ke semua itu bisa membuka kabut soal hajatan Pilpres 2014. “Dan ini memperlihatkan kuatnya pengaruh pengembang mencengkram Istana. Istana sudah menjadi milik pengembang, bukan lagi milik rakyat Indonesia,” kecewa dia. “Teriakan Ahok soal dana pengembang di Pilpres yang dukung Jokowi itu mesti di usut. Karena ini adalah skandal. Apalagi semakin terang isu tergusurnya Rizal Ramli dari kabinet karena menghentikan Reklamasi Teluk Jakarta. Ini dianggap merusak misi besar para pengembang itu. Dan ini akan semakin membuka mata rakyat apa dan siapa rezim ini,” Muslim memungkasi. Sebelumnya, Ahok menyebut Jokowi tidak akan bisa menjadi Presiden jika tidak ada peran pengembang proyek reklamasi. “Saya pengen bilang Pak Jokowi tidak bisa jadi Presiden kalau ngandalin APBD, saya ngomong jujur kok. Jadi selama ini kalau bapak ibu lihat yang terbangun sekarang, rumah susun, jalan inpeksi, waduk semua, itu semua full pengembang, kaget gak,” ujarnya seperti dikutip dalam video yang diunggah di Youtube, Selasa (21/6). Ahok juga menyebut PT Agung Poromoro sebagai pengembang yang paling kooperatif dalam membantu Pemprov DKI. “Kalau pengembang yang paling koperatif bantu kita itu Podomoro. Mangkanya ada yang tidak suka saya ditulis Gubernur Podomoro,” ujarnya. Ahok menyebut PT Agung Podomoro berperan dalam banyak proyek infrastuktur di era Jokowi. Salah satunya adalah revitalisasi Waduk Pluit. “Ini Waduk Pluit bukan Jak Pro keluar duit lho. Ini Podomoro semua,” kata Ahok. Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta Jokowi sempat mengunjui Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara pada tanggal 5 Oktober 2013 pasca di revitalisasi. Saat itu Jokowi mengajak Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri dan Rini Soemarno meninjau lokasi.
Category: 
Loading...