15 August 2018

Kaum Buruh Ingin Rizal Ramli jadi Calon Presiden untuk Perubahan

KONFRONTASI – Rapat Pimpinan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (RAPIM FSPMI) yang diselenggarakan pada tanggal 7 – 9 Februari 2018 di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, dengan visi-misi mendorong dan  menyuarakan secara tegas bahwa kaum buruh ingin Rizal Ramli (RR) menjadi calon presiden. RR sebagai tokoh nasional dan ekonom terkemuka yang pro-rakyat, menurut  tokoh buruh M Iqbal dan kaum pekerja dalam rapat itu, maka RR sangat pantas jadi calon presiden atau wakil presiden dengan visi misi mewujudkan ekonomi kerakyatan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat kita.

Rapat  itu juga dihadiri tokoh nasional Rizal Ramli. Pria yang dikenal dengan sebutan RR ini merupakan salah satu tokoh yang namanya mulai muncul sebagai calon presiden.

Rizal bercerita, bahwa beberapa hari lalu baru saja pulang dari Jepan. Di sana, Rizal Ramli yang juga pernah menjadi Menteri Keuangan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu bertemu dengan banyak orang. Mulai dari pejabat dan mantan pejabat Jepang, kalangan bisnis, sampai sejumlah profesor dan peneliti.

Direktur Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS) Edy Mulyadi dalam artikelnya berjudul ‘Dicari, Pemimpin Kualitas Global Bukan Gombal!’ mengatakan, hal ini menunjukkan kemampuannya membangun dan memelihara hubungan internasional. Kelebihan ini akan melengkapi kapasitas dan kapabilitas pemimpin dalam memecahkan masalah yang dihadapi negerinya.

Rizal Ramli yang namanya mulai muncul sebagai Calon Presiden dalam Pemilu 2019 hadir dalam RAPIM FSPMI Tahun 2018 di Hotel Royal Kuningan.

Dengan kemampuannya, diyakini mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik. Tidak berlebihan jika nama Rizal Ramli berpeluang menjadi satu calon calon presiden.

Di hadapan para pimpinan FSPMI yang hadir dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia, Rizal Ramli memaparkan strateginya untuk memperbaiki bangsa ini jika terpilih sebagai presiden.

Menurut Rizal, perekonomian Indonesia tidak kunjung membaik akibat salah urus. Salah satunya adalah pembangunan yang dijalankan dengan hutang.

Dalam kesemapatan ini, Rizal juga kembali menyampaikan kritinya terhadap Sri Mulyani yang mengatakan; “Jadi mahasiswa UI yang mau kasih kartu kuning atau demo, harus sudah lulus kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro dulu.”

Kader FSPMI antusias dan mengajak Rizal Ramli foto bersama.

Pernyataan ini disampaikan Sri Mulyani saat sedang mengisi kuliah perdana untuk mata kuliah Pengantar Teori Ekonomi Makro di Fakultas Ekonomi Bisnis UI. Menteri Keuangan ini mengkritik aksi Zaadit Taqwa yang memberi kartu kuning dalam acara Dies Natalis ke 68 UI.

Menanggapi hal itu, Rizal Ramli mengatakan, “Ternyata norak banget. Demokrasi boleh saja beda pendapat. Ikut kuliah percuma, wong situ bisanya cuma minjem dengan bunga tinggi, yield bonds RI 2 hingga 3 persen lebih tinggi dari Thailand, Philipina dan Vietnam. Itu rugikan Indonesia miliaran dollar tahu? Situ belajar lagi basic finance ya.”.

Para buruh menegaskan, rakyat ingin perubahan dan RR menurut mereka, tokoh yang paling representatif untuk wujudkan perubahan yang intinya keadilan, perikemanusiaan,kesetaraan, anti-korupsi, anti-penindasan dan pemerintahan yang bersih, lurus.(KF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...