28 February 2020

Jangan Meminta-minta, Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa Menang, Tak Boleh Menumpuk Utang

KONFRONTASI -  

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyampaikan lima fokus utama program kerja nasional guna mewujudkan visi-misi Indonesia Menang, yang akan dijalankannya apabila memenangkan Pemilu Presiden 2019. Indonesia tak boleh menjadi bangsa yang kalah dengan meminta-minta dan menumpuk utang terus. 

Fokus pertama program kerja Prabowo dan Sandiaga, mewujudkan ekonomi yang mengutamakan rakyat, adil, memakmurkan orang Indonesia dan melestarikan lingkungan Indonesia.

"Kita akan tingkatkan daya beli masyarakat. Jika rakyat memiliki uang yang cukup maka seluruh roda ekonomi akan berputar," kata Prabowo dalam Pidato Kebangsaannya bertajuk "Indonesia Menang" di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Fokus kedua menurut dia, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial, yaitu akan perangi kemiskinan, tingkatkan pelayanan kesehatan, dan tingkatkan kualitas pendidikan.

Fokus ketiga memastikan keadilan hukum dan menjalankan demokrasi yang berkualitas sehingga akan menjamin kemerdekaan berserikat, mengeluarkan pendapat, dan kebebasan pers.

Fokus keempat menurut dia, menjadikan Indonesia rumah yang aman, nyaman bagi seluruh rakyat Indonesia, karena keamanan nasional dan kedaulatan NKRI adalah prasyarat untuk pembangunan, kemajuan dan kemakmuran.

Fokus kelima menurut dia, penguatan karakter dan kepribadian bangsa, karena pihaknya percaya yang paling fundamental yang harus dimiliki bangsa Indonesia adalah mental yang kuat.

Dia menilai agar bangsa dapat merdeka, berdaulat, makmur dan menang maka bangsa tersebut harus melalui proses pembangunan nasional yang dicapai dari proses pembangunan karakter dan chacater building. 

Tabung Haji

Prabowo  bila terpilih sebagai presiden berjanji akan membangun sebuah Lembaga Tabung Haji untuk mengelola calon-calon haji dan umrah. "Meringankan beban umat yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah," kata Prabowo saat pidato kebangsaan Prabowo dengan tema "Indonesia Menang" di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Senin malam.
     
Terkait hal itu dia akan negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi untuk membangun gedung-gedung milik Indonesia di kota-kota suci untuk mengurangi kebutuhan biaya naik haji.
     
Selain itu akan perangi kemiskinan, tingkatkan layanan kesehatan dan tingkatkan kualitas pendidikan. "Kami akan pastikan jarak antara orang kaya dan orang miskin tidak semakin lebar. Kami akan perbaiki tata kelola BPJS dan jaringan sosial lainnya untuk mencegah defisit dan meningkatkan layanan kesehatan yang berkualitas," kata Prabowo.
   
Pidato Memukau

Untuk diketahui, Pidato Kebangsaan berjudul "Indonesia Menang" oleh Calon Presiden 2019-2024 nomor urut 02, Prabowo Subianto, memukau rakyat Indonesia dari berbagai latar belakang profesi yang memenuhi Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta Selatan, Senin (14/1/2019) malam.

Adapun sepanjang menyampaikan pidato selama lebih dari 1 jam, Prabowo dengan penuh semangatnya menyampaikan visi dan misinya jika mendapat kepercayaan dan mandat dari rakyat Indonesia dalam Pemilihan Presiden pada 17 April 2019.

Gemuruh berkumandang saat para peserta tak berhenti bersorak, meneriakkan yel-yel Prabowo Presiden, Indonesia Menang.

Tidak terkecuali beberapa elit tokoh nasional yang duduk di barisan depan diantaranya Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Bapak Reformasi Amien Rais, Zulkifli Hasan (Ketua MPR/Ketua umum PAN), Mohamad Sohibul Iman (Ketua umum PKS), Salim Segaf Al-Jufri (Ketua Majelis Syuro PKS), Rachmawati Soekarnoputri (putri Proklamator Bung Karno).

Gantung Diri

Prabowo menceritakan kisah perjalanannya ke berbagai daerah di Indonesia, yang sarat dengan laporan-laporan memilukan tentang kehidupan rakyat Indonesia.Seperti cerita Hardi, buruh tani di Desa Tawangharjo, Grobokan, yang ditemukan meninggal karena gantung diri di pohon jati di belakang rumahnya.

"Almarhum gantung diri, meninggalkan istri dan anak lantaran tidak sanggup membayar utang karena beban ekonomi yang dipikulnya dirasa terlalu berat," terangya.

Prabowo juga mengemukakan kejadian serupa di Gunungkidul, Sudarsi, seorang ibu di Desa Watusigar, gantung diri. "Ini kisah-kisah yang masuk berita. Yang tidak masuk berita mungkin lebih banyak lagi".

Di daerah lain, Klaten, Prabowo menyebutkan menerima pengaduan dari petani-petani yang hidupnya menderita karena hasil panen berasnya tidak terserap lantaran kehadiran beras impor.  Di Jawa Timur, petani tebu mengeluh karena saat panen, pasar dalam negeri dibanjiri oleh gula impor.

Sementara itu, banyak ibu-ibu di mana-mana mengeluh, harga gula di Indonesia 2 sampai 3 kali lebih mahal dari rata-rata dunia. Padahal dulu Indonesia pernah jadi eksportir gula.

Prabowo juga menyajikan realitas lain yang sedang dihadapi rakyat Indonesia. Misalnya banyak rumah sakit yang menolak pasien lantaran BPJS Kesehatan belum membayar rumah sakit. Mutu layanan pun dikurangi.

Prabowo menyebut kondisi-kondisi faktual tersebut sebagai Paradoks Indonesia. "Negara kaya, namun rakyatnya masih banyak yang miskin," ujarnya. (Jft/Hanter)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...