Isu RUU-HIP/Komunisme/PKI Digelontorkan untuk Menutupi Kejahatan Cukong, Taipan, Oligarki dan Korporat Zombie Menangguk Dana Corona/ Perrpu 1/2020

KONFRONTASI- Aktivis Gerakan 1998 Haris Rusly Moti yang juga jebolan UGM menegaskan/mencurigai, isu RUU-HIP dan isu PKI/komunis digelembungkan untuk menutupi kejahatan oligarki, taipan,cukong, sembilan naga dan konglomerat hitam/korporat zombie yang diduga sedang merampok dana Covid-18 ratusan trilyun untuk kepentingan mereka bersama para elite penguasa yang berkolusi demi keuntungan material yang besar.

''Dugaan kejahatan korporat/pejabat  sejenis zombie ini harus diselidiki KPK, civil society dan media karena itu kejahatan kaum kerah putih/ taipan/oligarki/9 naga yang sangat busuk di era Jokowi dan mereka aji mumpung sebab Jokowi kan dianggap cuma petugas partai, atau bahkan wayang/  seakan boneka para cukong/dalang oligarki di balik kekuasaannya,'' kata Haris. 

Sementara itu, Kebijakan keuangan rezim pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam penanganan Covid-19 disoroti ekonomi Institute Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira.

 Salah satunya soal Perppu 1/2020 yang kini sudah menjadi Undang-Undang. Ia merasa miris karena tujuan awal Perppu 1/2020 untuk merealisasi stimulus maupun perombakan anggaraan itu bisa digenjot menjadi lebih cepat untuk penanganan Covid-19. Namun hal itu kini mulai bergeser. "Tapi (merealisasi stimulus dan peronbakan anggaran untuk penanganan Covid-19) enggak ada dasar itu dalam praktiknya," ujar Bhima dalam diskusi virtual bertajuk 'Menggugat UU 2/2020: Penetapan APBN Inkonstitusional, Pro Korporasi dan Berpotensi Abai Rakyat', Jumat (26/6). Sebab berdasarkan data yang ia miliki, realisasi anggaran dari UU Corona ini terhitung miris, baik dari realisasi insentif untuk bidang kesehatan yang sebesar 87,5 triliun (dari pagu anggaran corona Rp 695,2 triliun), dan stimulus untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang sebesar 123,46 triliun.  

 


(ff/berbagai sumber/FB NUlisajadulu/)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...