15 November 2019

Ini Surat Setnov, Ancam Kondisi Internal Golkar

KONFRONTASI -  Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, menyayangkan kemunculan surat Setya Novanto yang mengajukan nama Azis Syamsuddin untuk menggantikan posisinya sebagai Ketua DPR.

Menurut Wiwik panggilan Siti Zuhro, surat tersebut semestinya tidak muncul saat Partai Golkar sedang menghadapi polemik. Pasalnya, keberadaan surat tersebut akan mengancam internal Golkar sendiri.

"Itu akan mengancam institusi Golkar itu sendiri berkaitan dengan elektabilitasnya," kata Siti Zuhro di kantor DPP PKB Jakarta Pusat, Senin (11/12/2017).

Lebih jauh dia mengungkapkan, penunjukan Aziz dilakukan tanpa melalui rapat pleno, yang meciderai nilai demokrasi. Menurtnya, nilai demokrasi yang seharusnya tumbuh dalam mekanisme partai, justru tidak muncul dalam proses pengambilan keputusan penting.

"Seharusnya, sebagai institusi demokrasi, melaksanakan nilai demokrasi. Jadi, membicarakan ini dalam satu pleno yang ikut dipertanggung jawabkan oleh pengurus lain, tidak hanya satu sosok, begitu," jelasnya.

Karenanya, lanjut Wiwik, pimpinan DPR punya alasan untuk tidak memproses surat yang diajukan Setya Novanto. Seharusnya surat itu pun dikonfirmasi kepada pengurus Dewan Perwakilan (DP) Golkar agar keputusan yang diambil lewat surat itu bisa dipertanggung jawabkan.

Langkah mengkonfirmasi, juga bisa meminimalisasi persoalan ataudampak setelahnya. Jangan sampai, keputusan penunjukan Azis malah digugat dan membuat citra institusi negara rusak.

"Iya, jadi jangan sampai digugat. Ini kan lembaga tinggi negara, jadi tidak sepatutnya dimain-mainkan dengan satu usulan yang ternyata tidak dipertanggung jawabkan," pungkasnya.(konf/rilisid)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...