22 September 2019

Ini Pesan Kebangsaan MUI di HUT ke-74 RI

KONFRONTASI -  Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan beberapa poin pesan kebangsaan kepada seluruh masyarakat di HUT ke-74 Republik Indonesia (RI).
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, poin pertama dari pesan kebangsaan itu, MUI mengajak seluruh komponen bangsa untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan mengokohkan konsensus nasional bahwa NKRI yang berasaskan pancasila adalah bentuk final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Sebab, kemerdekaan Indonesia dicapai atas ikhtiar bersama seluruh rakyat Indonesia yang berkehendak untuk hidup bebas merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan. Oleh karena itu, kemerdekaan harus dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
“Kemerdekaan Indonesia harus dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan, dan agama. Karena kebhinnekaan merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang harus terus dipelihara dan dijaga dengan semangat persaudaraan dalam bingkai NKRI,” ujar Zainut kepada INDOPOS melalui pesan tertulis, Minggu (18/8/2019.


Kedua, MUI mendorong pemerintah untuk terus melakukan ikhtiar guna mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan bernegara, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Ketiga, MUI merasa sangat prihatin melihat kondisi bangsa saat ini, mulai terjadi keretakan dan memudarnya semangat nasionalisme, patriotisme dan persaudaraan antara sesama. Hal itu ditandai dengan menguatnya sikap individualisme dan perilaku eksklusivisme kelompok yang mengusung tema primordialisme.


“Ini merupakan bagian yang menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara,” katanya.
Keempat, MUI juga menengarai bahwa saat ini mulai terjadi gejala mengikisnya nilai-nilai budaya bangsa. Berikutnya, MUI menilai adanya tuntutan dari beberapa daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI, baik melalui tuntutan referendum maupun gerakan bersenjata.


“Ini merupakan bentuk pengingkaran sejarah dan upaya makar yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa yang pada gilirannya dapat mengancam keselamatan BKRI. Untuk itu petugas keamanan diharapkan bertindak tegas untuk menegakkan hukum dan mengambil tindakan militer terhadap setiap tindakan makar demi menjamin tegaknya kedaulatan negara Indonesia,” harapnya.
Terakhir, MUI mengajak semua pihak untuk kembali kepada semangat perjanjian luhur  bangsa Indonesia yang telah meletakkan pada dasar-dasar berdirinya NKRI yaitu Pancasila, UUD NRI tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.(jft/IndoPos)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...