19 December 2018

Idul Fitri Dalam Genangan Darah Dan Airmata

Oleh:  Juftazani


Allaaaahu akbar Allaaaaaahu akbar Alllaaaaaaahu Akbar!
Laaaailaaaha illallaaaahuwallaaaahu Akbar
Allaaaaahu Akbar Walillaaaaahilhamd..

Tak ada Idul Fitri di Gaza
Di sini hanya ada tangis, darah, airmata dan perasaan terbuang
Dibuang oleh dunia, dibuang oleh saudara-saudaraku sesama Arab
Dibuang oleh umat manusia
Dan mungkin juga dibuang oleh umat Islam – saudara seagama kami

Tak ada Idul Fitri di Gaza
Kalian boleh melakukan shalat Id dengan suasana yang tenang
Kami di sini shalat Id di bawah ancaman bom
dan pandangan geram tentara Zionis Israel
Kalian boleh berpesta merayakan hari raya Idul Fitri
di bagian mana saja di dunia
Tapi kami merayakannya dengan segala kekurangan,
kelaparan dan penderitaan
Penderitaan akan kematian orang yang kami cintai,
penderitaan seorang bayi yang kehilangan ibu yang dikasihi
Penderitaan akan kehilangan cinta dari orang-orang terkasih kami
Karena tentara kafir Israel yang super biadab itu telah membunuh mereka

Tak ada idul Fitri di gaza
Adakah lagi buat kami sepotong cinta dariMu?
Jika kalian mengalami seperti ini, mungkin otak kalian sudah gila
Tapi kami dengan kekuatan Allah ‘Azza Wajalla,
kami serasa hidup dalam genggaman cinta
Langsung dari Allah Yang Maha Mencinta
Tanpa cintaMu, kami sudah porak-poranda,
Tiada lagi kekuatan kecuali keajaiban dariMu
Allaaaahu akbar Allaaaaaahu akbar Alllaaaaaaahu Akbar!
Laaaailaaaha illallaaaahuwallaaaahu Akbar
Allaaaaahu Akbar Walillaaaaahilhamd..

Itulah nyanyian kami sepanjang hari raya Idul Fitri 1435 kini
Tanpa minuman sirop yang kalian nikmati
Tanpa daging rendang atau popor ayam
yang kalian santap dengan penuh kelezatan
Kelezatan kami hanya keterkucilan –
karena Presiden Obama hanya tersenyum melihat 800 orang kami
syahid berkalang tanah
karena PBB yang sangat dihormati warga dunia itu
hanya mengeluarkan kutukan basa-basi kepada
aggressor kotor bangsa Israel
Bangsa yang dikutuk makhluk langit yang selalu bertasbih dan memuji Ilahi

Jika kalian simpati – doakanlah kami
Dapat mengakhiri penderitaan ini - keterkucilan ini,
keterasingan kami di tengah warga dunia
Yang selalu menikmati keamanan dan kedamaian setiap hari
Tapi kami hanya menikmati keamanan dan kedamaian
dalam genggaman Tuhan dan keridhaan Ilahi.

Allaaaahu akbar Allaaaaaahu akbar Alllaaaaaaahu Akbar!
Laaaailaaaha illallaaaahuwallaaaahu Akbar
Allaaaaahu Akbar Walillaaaaahilhamd..

Jakarta 29 Ramadhan 1435 Hijriyah / 27 Juli 2014
 
 
----------------------------
Catatan: 

(Jangan menangis membaca puisi ini yeah…Saya sendiri sempat menangis ketika menuliskan puisi ini)
--------------------------
 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...