HTI: Vonis Ahok Jadi Pelajaran bagi Penista Agama

KONFRONTASI-Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mengapresiasi vonis yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. HTI berharap vonis itu jadi pelajaran dan peringatan bagi siapa pun yang berniat menodakan agama.
 
"Kalau sampai hakim menyatakan Ahok tidak terbukti, itu musibah besar. Ini akan menjadi preseden buruk bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara," kata Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto di Kantor Pusat HTI, Crown Palace A25, Jalan Prof.Dr. Soepomo, Jakarta Selatan, Selasa 9 Mei 2017.
 
Menurut Ismail, vonis itu sesuai harapan HTI. Vonis itu menjadi pelajaran agar tidak ada warga, apa pun agamanya, mudah menistakan agama. "Itu poin paling penting," ujarnya.
 
Ismail berharap tiap warga negara menghormati tiap agama dan ajarannya. Tidak boleh ada yang melecehkan agama maupun kitab suci.
 
Terkait hukuman dua tahun penjara yang diberikan pasa Ahok, menurut Ismail masih ringan. HTI berharap Ahok divonis maksimal.
 
"Ini jauh dari yang kita perkirakan. Dalam Pasal 156a KUHP (penjara) 5 tahun. Ya sudahlah. Setidaknya bukan 1 tahun dengan hukuman percobaan 2 tahun," ujarnya.
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA