17 August 2018

Herdi Sahrasad: Menko Rizal Ramli Akan Terus Jaga/Lindungi NKRI dan Presiden Jokowi dengan Cara Rajawali, Semangat Rajawali

KONFRONTASI- Dengan memantik isu rencana utang Garuda, program listrik 35.000MW dan dugaan ada beking dibalik rencana kereta api cepat, Menko Rizal Ramli (RR) bermaksud mengingatkan masyarakat, bangsa dan elite negara ini terkait kebijakan publik yang mengandung potensi pemborosan, monopolis dan bau aroma KKN demi keadilan dan kebenaran agar kebijakan publik benar-benar jadi urusan publik, dan tidak harus dibahas di ruang tertutup yang elitis. Inilah fase baru dan era baru dalam mewujudkan Trisakti Soekarno, Nawa Cita dan Revolusi Mental yang sudah dicanangkan Jokowi.  Munculnya RR telah membuat gebrakan ke arah itu menjadi hidup dan bergetar di kalangan reformis yang selama ini hilang dari layar radar. Demikian penegasan akademisi dan peneliti senior Pusat Studi Islam  dan Kenegaraan  (PSIK) Universitas Paramadina, semalam.

''Menko  RR akan bergerak dinamis menjaga dan melindungi NKRI dan Presiden Jokowi dengan kepak Rajawali, semangat Rajawali seperti dalam puisi WS Rendra. Rizal Ramli dan Jokowi bukan tipe sosok bertopeng dan karakter itu harus dipertahankan, gebrakan RR kemarin barulah awal, kepak pendahuluan,'' kata Herdi, dosen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Paramadina.

''NKRI yang berhaluan konstitusi 1945 kini dijarah kaum Neoliberal, kapitalisme Neoliberal dan ekonomi konstitusi akhirnya nyaris mati suri dilibas Neoliberalisme dengan segala implikasinya,'' kata Herdi Sahrasad, analis ekonomi-politik PSIK Universitas Paramadina..

Menurutnya, RR tidak dalam konteks  membuat gaduh, menghina dan mempermalukan Wapres JK atau menteri yang lain, melainkan membangun logika publik bahwa rencana utang garuda yang ganjil dan proyek listrik yang sedemikian mahal dengan kondisi keterkinian bukanlah sebuah gerakan moral yang konstruktif melainkan mengajak publik memasuki ruang hampa dan menyebabkan sesak nafas akut karena berkurangnya pasokan oksigen ke batok kepala.
Berbagai media mengungkapkan bahwa Revolusi Mental adalah bangunan sikap diri berangkat dari nalar sehat dan bukan menjadikan sepasang pemimpin sedemikan anti kesalahan dan tidak patut untuk dikritisi. Logika yang dibangun oleh para pendukung fanatik seperti Juru Bicara JK Husain Abdullah yang mengatakan RR menginginkan Indonesia gelap total adalah ungkapan tolol dan layak untuk di tepak jidatnya agar segera sadar bahwa rakyat Indonesia tidak senaif dia mengartikulasikan pernyataan seorang Menko yang dilantik secara sadar dan sepenuh-penuhnya paham oleh seorang presiden.

Para analis dan media melihat, reaksi keras Wakil Presiden Jusuf Kalla terhadap Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Rizal Ramli (RR) justru membuat JK secara tak sengaja malah mempermalukan dirinya, menelanjangi diri sendiri dan kongsi bisnisnya serta menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya besar. Mengapa Wapres bersikap sedemikian keras dan marah? Layakkah Wakil Presiden bersikap demikian? Apa hubungan JK dengan pernyataan RR soal rencana utang Meneg Rini Sumarno yang diduga untuk ''keruk'' rente dari Garuda, proyek listrik 35 ribu MW dan beking dalam proyek kereta api cepat?

Mau tahu potensi kerugian Negara dari pembelian 30 unit pesawat Airbus A350-XWB menggunakan pinjaman uang 44,5 milyar dolar itu? mau tahu harga pesawat A350-XWB (Extra Wide Body)? Buka website Airbus, www.airbus.com/presscentre/pressreleases/press-release-detail/detail/new... biar tahu potensi markup/ korupsi dari pembelian pesawat ini. Harga A350-1000, A350-XWB yang termahal, adalah 351,9 juta dolar per unit. Untuk 30 unit, harganya 10.5 milyar dolar. Kemana yang 34 milyar dolar sisanya? ini senilai Rp. 469,2 trilyun atau setara dengan 20,9 persen APBN 2015. Ini antara lain yang mau diselamatkan Rizal Ramli, apalagi proyek 35 ribu MW senilai lebih dari Rp 1200 trilyun (US$120 milyar).
Proyek ambisius ini bukan bergulir hanya di era Jokowi saja, bahkan semenjak tahun 2001 dengan dengan pembangunan PLTU di Tarahan Lampung dengan target sebesar 2 x 100 MW, proyek yang tersendat-sendat hingga tahun 2010 ini karena terkendala dana pinjaman yang kemudian juga di 'congkel' oleh politisi PDI Perjuangan Emir Moeis yang diganjar penjara 3 tahun. Kemudian Proyek PLTU Batang digarap oleh Konsorsium Bimasena Power Indonesia (BPI) yang dipimpin Adaro Energi Tbk. Bimasena bekerja sama dengan Japan Bank for International Corporation (JBIC). Proyek mangkrak selama 4 tahun dan tidak karuan karena diganggu oleh para makelar pembebasan tanah. (Nina/Viktor/berbagai sumber)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...