Hariman Siregar Berduka atas Meninggalnya Daniel Dhakidae: Hidupnya sudah berakhir, tetapi pemikirannya tetap Hidup

KONFRONTASI- Tokoh Malari dr Hariman Siregar menyampaikan belasungkawa  yang dalam atas meninggalnya Dr Daniel Dhakidae. ''Sahabat kita bung Daniel Dhakidae meninggal dunia akibat serangan jantung, pkl 07.23 tadi. Hidupnya sudah berakhir, tetapi pemikirannya tetap hidup, seperti halnya sahabat kita Dr. Emanuel Subangun,''kata Hariman Siregar mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia di medsosnya, Selasa. 

Hariman sudah lama bersahabat dengan Daniel, keduanya sesama aktivis pergerakan.  Hariman mengakui bahwa kepergian Daniel Dhakidae merupakan kehilangan besar bagi media massa, kalangan aktivis dan akademisi.  Selama ini, Daniel dikenal sebagai aktivis  dan akademisi yang mendalami studi media dan demokrasi, terutama terkait kekuasaan. Dia mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Administrasi Negara dari Fakultas Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (1975), kemudian meraih Master of Arts dan PhD bidang Ilmu Politik dari Cornell University (1987).

Peringatan Peristiwa Malari | ANTARA Foto

Mantan aktivis UGM Daniel Dakidae (kiri) bersama` mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Joko Santoso, Mantan aktivis Malapetaka 15 Januari (Malari) dr Hariman Siregar,  aktivis senior/Pengacara senior Adnan Buyung Nasution (kedua kanan) dan  tokoh 1966 A.Rahman Tolleng (kanan) saat Mengenang 40 Tahun Peristiwa 15 Januari 1974 di Jakarta, Rabu (15/1/2014). Peringatan tersebut dihadiri sejumlah mantan aktivis Malari dan aktivis organisasi mahasiswa serta pemuda (foto: Antara). 

Di Kompas, Daniel Dhakidae menjabat sebagai Kepala Litbang sejak 1994 sampai 2006. "Setelah pensiun, dia (Daniel Dhakidae) menjabat Kepala Ombudsman Kompas," ujar Budiman.

Berpulangnya mantan Kepala Litbang Kompas dan eks Pemimpin Redaksi Prisma, Daniel Dhakidae, meninggalkan duka mendalam. Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi Lembaga Penelitian, Pendidikan, Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Wijayanto menyebutkan, kepergian Daniel merupakan kehilangan besar bagi kalangan akademisi. "Kehilangan besar dalam studi media dan demokrasi," kata Wijayanto kepada Kompas.com, Selasa (6/4/2021).

Menurut Wijayanto, Daniel Dhakidae merupakan sosok multidimensi.

Mungkin gambar 1 orang, bunga dan teks yang menyatakan 'Turut Berduka tuu uua ATAS MENINGGALNYA BPK.DR.DANIEL DHAKIDAE KELUARGA INDEMO BESAR DEMO'Keluarga besar INDEMO pimpinan Hariman Siregar  melalui Bursah Zarnubi juga menyampaikan belasungkawa dan karangan bunga untuk Dr Daniel Dhakidae. Kepergian  Bang Daniel amat mengejutkan INDEMO karena selama ini beliau sehat saja. ''Bang Daniel Dhakidae sahabat kita yang kita muliakan,selamat jalan, dan  kita doakan diterima disisi terbaikNYA,'' kata Bursah, tokoh HMI dan Perkumpulan Gerakan Kebangsaan.

 

Mungkin gambar 4 orang dan orang tersenyum
Almarhum Bang Daniel Dhakidae bersama aktivis/sutradara teater Isti Nugroro, aktivis/dosen Sekolah Pasca Sarjana Univ.Paramadina Herdi Sahrasad dan aktivis Bambang Subono dkk sehabis seminar Malari/Indemo di University Club - UGM Yogyakarta 2018 lalu.


Berpulangnya mantan Kepala Litbang Kompas dan   Pemimpin Redaksi ''Prisma'', Bang Daniel Dhakidae, bagi  kalangan aktivis dan kal;angan aktivis pers sangat mengejutkan dan meninggalkan duka mendalam.''Beliau sangat concern dengan demokrasi, kemanusiaan dan banyak sekali kisah dan cerita suka duka yang sudah beliau sampaikan kepada kami selama mengelola ''Prisma '' bertahun-tahun masa Orde Baru,'' kata Herdi Sahrasad dari Sekolah Pasca Sarjana Univ.Paramadina.

''Pengalamannya sebagai Kepala Litbang Kompas pun sangat menarik karena menjadikan Kompas itu industri pengetahuan,''ujar Herdi,  seorang akademisi, mantan jurnalis dan kini peneliti  senior.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...