Garis-garis Besar Politik Luar Negeri Cina terhadap Negeri Muslim saat Ini

Oleh: Joko Prasetyo, Jurnalis


.
Alih-alih melindungi negara dari ancaman RRC, pemerintah malah menghalau rakyat yang berdemonstrasi menolak kedatangan TKA Cina, 23-24 Juni 2020 di Kendari.
.
Perlu diingat, masalah ini bukan sekadar masalah tenaga kerja, lebih dari itu ini terkait khithtah alias rencana strategis serangan negara kafir komunis penjajah tersebut terhadap Indonesia.
.
Dahulu, penjajahan secara militer. Contohnya, menjajah Turkistan Timur secara militer dan mengganti nama negeri Muslim Uighur tersebut menjadi Xinjiang pada 1947. Hingga saat ini jutaan Muslim Uighur disiksa. Nasib serupa juga dialami non Muslim di Tibet dan Mongol.
.
Kini, penjajahan secara ekonomi/perdagangan internasional. Uslub (Cara Teknis) untuk Implementasi Khithah Kini, salah satunya adalah: mengadakan proyek One Belt One Road (OBOR)/The Belt of Road Initiative (BRI) dengan puluhan negara di dunia termasuk Indonesia.
.
Sederhananya begini, Cina membangun berbagai infrastruktur berupa bandara, pelabuhan, jalan tol [jalan tol sebenarnya bukan infrastruktur karena berbayar] di negara yang menandatangani perjanjian tersebut.
.
Uangnya dari Cina, tenaganya dari Cina, bahan bangunannya dari Cina. Negara yang ikut proyek OBOR/BRI tahu beres saja alias tinggal terima kunci (turn key project). Kemudian tinggal cicil utang ke Cina tentu saja beserta bunganya.
.
Manuver Cina, seolah-olah Cina baik karena telah membantu membangun infrastruktur negara yang menandatangani perjanjian OBOR/BRI.
.
Dengan adanya infrastruktur yang dibangun Cina, dipropagandakan akan meningkatkan kesejahteraan negara yang menandatangani perjanjian tersebut.
.
.
Pedoman Kaum Muslimin
.

Kaum Muslimin wajib waspada dan jangan tertipu oleh manuver Cina. Apa pun manuver politik luar negeri dari negara komunis tersebut tak lebih tak kurang hanya untuk memuluskan penjajahan Cina atas negeri ini maupun negara lain. Karena menjajah adalah metode baku untuk menghidupi ideologi komunisme yang diemban Cina.
.
Cina tidak memandang rezim negara yang akan menandatanganinya itu korup atau tidak, semua di-acc untuk proyek OBOR/BRI.
.
Apakah Cina tidak takut rugi? Tidak. Karena kalau rezim tidak korup, Cina akan untung besar. Untung dari terserapnya tenaga kerja Cina, laris manisnya dagangan material dari Cina dan uang kembali beserta bunganya.
.
Kalau rezimnya korup? Untung lebih gede lagi. Karena Cina dapat mengakuisisi aset tersebut dan mengendalikannya secara penuh [menjajah]. Contoh negara yang sudah diakuisisi adalah Djibotie.
.
Pembangunan jor-joran ini juga tidak mengukur kebutuhan negara tersebut. Ilustrasinya: suami istri dengan satu anak mempunyai rumah kecil di sebidang tanah yang luas. Lalu menandatangani BRI maka dibangunkanlah rumah tingkat lima, motornya diganti dengan mobil. Lalu bayar cicilannya bagaimana?
.
Begitulah yang terjadi di Sri Lanka. Bandara, jalan tol dan pelabuhan megah yang dibangun proyek OBOR-nya sepi, karena aktivitas ekonomi rakyatnya belum membutuhkan infrastruktur semegah itu. Walhasil, Sri Lanka terlilit utang, lalu  bagaimana bandaranya ke India untuk menutupi cicilan dan bunga ke rentenir Cina. Sedangkan pelabuhannya dikontrak Cina untuk 99 tahun ke depan.
.
Indonesia membutuhkan baja yang sangat banyak dalam pembangunan berbagai proyek infrastruktur. Mustinya pabrik baja BUMN Indonesia yakni Krakatau Steel dapat untung banyak tetapi malah sekarang terancam bangkrut. Mengapa? Karena berdasarkan perjanjian dengan Cina, bajanya pun harus diimpor dari Cina! Ingat, turn key project!
.
Sikap Kaum Muslimin yang Seharusnya, tolak penjajahan Cina termasuk tolak Proyek OBOR/BRI-nya. Alasannya, pinjamannya mengandung riba, hukumnya haram.
.
Tenaga kerja kita yang masih banyak menganggur hanya bisa menelan ludah setiap kali melihat masifnya tenaga kerja Cina yang masuk ke Indonesia. Sedangkan pemerintah tidak dapat berbuat banyak karena terikat BRI. Ah, belum juga belum bau sangit penjajahan sudah tercium menyengat. Dan membiarkan negeri ini dijajah, jelas hukumnya haram.
.
Tidak berdampak positif terhadap material dari dalam negeri. Buktinya, Krakatau Steel malah bangkrut. Jadi menguntungkan siapa? Entahlah, tapi kalau dibuat daftar, sepertinya para penerima suap berada di dalamnya. Dan tentu kebijakan yang merugikan dalam negeri untuk keuntungan asing (penjajah lagi) tentu saja hukumnya haram.
.
Bahaya secara ideologis. Ini bahaya yang paling besar. Karena BRI ini, insya Allah pasti akan berperan sangat signifikan semakin mendangkalkan akidah kaum Muslimin dan semakin menjauhkan kaum Muslimin dari penerapan syariat Islam secara kaffah.
.
.
Uslub al-Amal (Tata Cara Perjuangan)
.
Mengedukasi sebanyak-banyaknya elemen bangsa, termasuk militer hingga rakyat jelata untuk menyadari bahaya OBOR/BRI.
.
Dalam waktu yang bersamaan mengajak mereka semua untuk mencampakkan sistem kufur demokrasi seraya menegakkan negara yang berakidah tauhid, berideologi Islam, yang metode politik luar negerinya adalah menyebarkan rahmat ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad yakni: khilafah.
.
Mengapa harus khilafah? Karena, selain kewajiban, khilafah adalah lawan yang sebanding. Negara ideologis (komunis), ya lawannya adalah negara ideologis (Islam) lagi.
.
Ideologi Islam yang ditegakkan oleh khilafah, memiliki metode yang baku terkait bagaimana menerapkan syariat Islam, menjaganya dan menyebarluaskannya. Sehingga Ateis-Komunis Cina maupun Sekuler-Kapitalis Amerika tidak dapat leluasa menjajah seperti sekarang ini. Dan itu dijamin oleh Allah SWT selama kaum Muslimin menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam naungan khilafah:
.
“Dan sekali-kali Allah tidak akan pernah memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang Mukmin” (QS Al-Nisâ’ [4]: 141).
.
Tetapi celakanya kaum Muslimin sekarang ini tidak mau menerima jaminan itu malah lebih milih sistem kufur demokrasi yang lahir dari akidah sekuler. Walhasil Amerika dan Cina dengan mudah menjajah Indonesia. Mengapa? Sekali lagi, karena Indonesia menerapkan sistem kufur demokrasi! Dari sistem yang lahir dari akidah sekuler inilah lahir berbagai UU yang bertentangan dengan syariat Islam sekaligus menguntungkan para penjajah.

Joko Prasetyo, Jurnalis []

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...