Fenomena Sihir Fir'aun Dan Sihir Moderen Dalam Menguasai Dunia

  

Oleh : Anton Permana.

 

 

Tak ada dalam sejarah kehidupan manusia melampaui kedurhakaan seorang Fir'aun. Bagaimana dirinya mengaku sebagai Tuhan yang wajib disembah dan dita'ati. Mempunyai kuasa yang begitu besar dan luas di zamannya. Namun tetap juga akhirnya tenggelam bersama kesombongannya di Laut Merah. Berikut dengan kemegahan bala tentara kebanggaannya. Begitulah sekilas kisah yang kita dapati dari Al Qur'an kitab suci ummat Islam.

Namun tahukah kita, terlepas dari kedurhakaan seorang Fir'aun. Dari segi keduniawian, beliau adalah seorang yang luar biasa. Mempunyai kerajaan yang besar, ahli militer, punya pasukan yang kuat, maju pembangunan segala bidang baik pertanian dan peradaban, dan juga tidak pernah sakit semasa hidupnya.

Artinya, secara duniawi, Fir'aun sangat sukses membangun kerajaannya menjadi super power di zamannya. Dan inilah yang menarik kita bahas pada kesempatan ini. Yaitu ; Bagaimana seorang Fir'aun begitu menjadi digjaya sehingga hal itu jugalah yang menyesatkannya menjadi durhaka kepada Allah SWT.

Ternyata salah satu strategi dan kekuatan Fir'aun itu ada pada kesaktian para tukang sihir di sekitarnya. Para dukun, para tukang nujum, yang stand by setiap saat memainkan tipuan sihir-sihirnya untuk menundukkan manusia atau rakyat di bawah kekuasaan Fir'aun.

Para tukang sihir inilah yang berperan besar dalam menciptakan sosok Fir'aun menjadi begitu luar biasa dan ditakuti rakyatnya. Mulai dari modus sihir menyulap tali menjadi ular, membunuh orang dari jarak jauh, hingga banyak lagi model sihir yang diperagakan untuk menakuti rakyatnya.

Para tukang sihir ini sebenarnya juga punya kemampuan melihat kebenaran hakiki yang datang dari Allah. Namun, para tukang sihir ini juga mempunyai kepentingan persekutuan dengan iblis syetan dalam menyesatkan manusia termasuk Fir'aun itu sendiri. Maka para tukang sihir ini terus berupaya bagaimana menjauhkan Fir'aun dan rakyatnya jauh dari nilai Allah SWT. Bahkan karena ketakutannya akan kebenaran itu, para tukang sihir ini meminta Fir'aun membunuhi setiap anak laki-laki yang lahir. Sampai lahirlah Musa dengan kuasa Allah diberi keberkahan, kemampuan, yang dapat akhirnya mematahkan semua sihir Fir'aun.

Lalu apa hubungannya dengan kondisi dunia hari ini ? Dimana dunia sudah menjadi moderen dengan berbagai kecanggihan teknologi.

Dunia sudah berubah menjadi moderen dengan kemajuan teknologi itu betul sekali. Tetapi sifat dasar dunia ini selama bumi masih berputar akan terus tetap ada. Yaitu ; pertarungan antara yang haq dengan yang batil. Pertarungan antara kebenaran yang bersumberkan nilai-nilai agama dengan syahwat nafsu manusia.

Fir'aun memang sudah tidak ada lagi. Tukang sihirnya juga sudah tenggelam entah dimana. Tetapi, sifat durhaka kepada Allah, ingkar kepada ajaran agama, kesewenang-wenangan antar sesama manusia yang kuat kepada yang lemah, serta sifat sombong, tamak, dan menghalalkan segala cara untuk kepentingan duniawi akan selalu ada.

Cuma bedanya adalah dimensi ruang dan waktu. Cara dan medium apa yang digunakan. Namun sifat dasar dari dunia itu akan terus berputar sebagai sunatullah.

Kalau dulu Fir'aun menggunakan tukang sihir dalam membangun image kedigjayaannya agar rakyat takut dan tunduk ? Hari ini para penguasa baik itu negara atau elit global menggunakan "sihir moderen" dalam menaklukan dunia. 

Sihir moderen itu berbagai bentuk. Namun inti utama yang disasar oleh sihir moderen itu adalah sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW yaitu ; Dua hal yang akan melemahkan ummatku nanti di akhir zaman adalah cinta dunia dan takut mati (HR. HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278).

Cinta dunia dan takut mati ini yang diolah oleh para tukang sihir moderen, yaitu para filsuf kolonial yang menguraikannya ke dalam bentuk pemikiran dan konsepsi kehidupan manusia.

Cinta dunia disebarkan oleh mereka melalui sihir pemikiran materialistis dan hedonis. Sehingga manusia begitu tergila-gila oleh keindahan dan kemewahan kehidupan dunia. Hidup enak, mobil mewah, rumah besar, perhiasan, uang banyak, tanah luas, serta gaya hidup yang mentuhankan hawa  nafsu. Sehingga jadilah manusia itu budak dunia dan budak nafsu.

Selanjutnya takut mati. Yaitu melalui sihir pemikiran sekulerisme dan liberalisme. Agar manusia itu menjauhi Tuhan dan agamanya. Memisahkan kehidupannya dari ajaran agama. Sehingga tak ada lagi kata Tauhid, akidah, dan akhlak dalam diri manusia. Semua berganti menjadi sebuah keinginan yang bebas sebebas-bebasnya. Ketika tauhid ini hilang, maka otomatis keberaniannya pun akan hilang. Manusia akan jadi pengecut dan penakut. Takut dipenjara, takut dibunuh, takut miskin, takut sengsara dan tidak tahan akan cobaan kesusahan dan kesenangan.

Lalu apa medium (tools) sihir moderen ini menaklukan manusia hari ini ? Jawabannya beragam. Ada yang melalui media TV, berita, kurikulum sekolah, buku-buku berkedok ilmiah, sinetron, film, gaya hidup, musik, makanan, sampai dengan sistem pemerintahan dan bernegara yang telah mereka kuasai melalui pintu kolonialisasi.

Akhirnya yang terjadi hari ini adalah banyaknya manusia yang akhirnya takluk dengan sihir moderen ini. Manusia ibarat kerbau yang dicucuk hidungnya. Atas nama modernisasi, kepentingan global, hak azazi manusia dan ilmu pengetahuan, ilmu sihir moderen ini merampas tauhid keyakinan manusia kepada Tuhannya.

Jadi jangan heran kalau saat ini, kemungkaran semakin meraja lela. Penistaan terhadap agama semakin parah. Dunia semakin rusak dan hanya dikuasai oleh segelintir elit manusia. Yang jahat berlagak malaikat, yang baik dibuat seolah jadi penjahat. Menggunakan sihir kekuasaan.

Kenapa bisa terjadi ? Karena manusia yang 7 milyar ini tunduk dan takluk terhadap sihir moderen yang sebenarnya di belakangnya adalah kebatilan. Padahal kalau manusia itu sadar, sihir itu hanya tipuan semu semata. Tak ada apa-apanya.

Sihir itu ada yang melalui sistem bernegara yang mencengkram rakyatnya dengan sihir aturan-aturan yang hanya menguntungkan penguasa. Kalau ada yang melawan, baru gunakan tangan aparat sebagai algojo pengawal.

Ada juga sihirnya melalui menebarkan ketakutan-ketakutan, rasa takjub, dimana semua itu sebenarnya hanyalah permainan sihir semata. Berupa film-film kolosal yang mencuci otak manusia dengan alur cerita dan adegannya yang apik. Sehingga manusia itu seakan meyakini bahwa apa yang ada dalam film itu benar nyata adanya. Atau tak tahu lagi memisahkan mana kehidupan nyata dan mana yang fiksi. Film yang di jadikan sebagai tuntunan kehidupan.

Sihir-sihir itu pula lah yang membungkam mulut, mengunci hati, membuat rasa ketakutan untuk melakukan amar makruf nahi munkar terhadap penguasa-pemguasa zalim.

Yang punya harta takut hartanya hilang. Yang punya jabatan takut jabatannya hilang. Yang pemberani tapi takut masuk penjara dan tersiksa. Yang pintar takut tidak dipuji dan diisolasi. Yang beragama, takut dicap radikal dan intoleran. Semua takut dan ngeri untuk berbuat kebaikan dan menyuarakan kebenaran. Padahal di dalam hatinya mengakui itu adalah benar.

Begitulah pengaruh sihir modern. Hanya manusia yang beriman dan punya tauhid kuat yang akan bebas dari pengaruh sihir itu. Yaitu manusia yang secara logikanya hidup, hatinya bersih, punya ilmu pengetahuan, dan pemberani karena punya keyakinan kuat akan kekuasaan Allah SWT yang tiada tara.

Sebagaimana Musa menghadapi para tukang sihir Firaun dengan segala tipu dayanya. Tapi karena Musa yakin kepada Allah SWT, maka pertolongan Allah pun datang.

Sampai kapan ini akan terjadi pada ummat Islam ? Khususnya di Indonesia ? Jawabannya ada pada diri kita sendiri. Seberapa kuat diri kita untuk melepaskan diri dari pengaruh sihir modern ini. Yaitu sihir gemerlap godaan dunia berupa harta dan tahta. Serta sihir membutakan mata batin kita akan nilai tauhid kepada Allah SWT.

Dan semoga, kita semua diberikan Allah kekuatan bersama-sama untuk keluar dari pengaruh sihir moderen ini. InsyaAllah. Aamiin.

Jakarta, 14 September 2020 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...