20 June 2018

Faisal Basri Mencla-mencle Soal Petral, Kenapa?

KONFRONTASI - Peneliti Senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan Kepala Tim Reformasi Tata kelola Migas (TRTKM) Faisal Basri harus memahami terlebih dahulu persoalan PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) sebelum mengeluarkan pernyataan kontroversial agar publik tidak menilainya inkonsisten.

"Faisal Basri seharusnya mendalami dulu persoalan Petral. Jangan membuat pernyataan kontroversial dulu, jangan emosional, sehingga tidak terulang lagi seperti sekarang, kalau pernyataan berubah-ubah bisa menimbulkan persepsi publik bahwa seseorang itu terkesan tidak konsisten," katanya  kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (20/12).

Saran Karyono ini merupakan respon atas pernyataan Faisal Basri yang mengakui bahwa keberadaan Petral lebih berguna di Singapura sebagai perusahaan trading dari tanah air. Padahal sebelumnya, Faisal secara lantang menginginkan bahwa Petral harus dibubarkan lantaran menjadi sarang mafia migas.

"Mungkin Pak Faisal belum mengetahui betul Petral secara utuh, peran dan fungsinya seluk beluk Petral," ujar Karyono.

Karyono memaklumi apa yang telah dikatakan oleh Faisal. Menurutnya sikap mencla-mencle itu terjadi lantaran latar belakang Faisal bukan murni dari migas tetapi sebagai pengamat ekonomi. Sebelum Faisal didapuk menjadi Ketua TRTKM, Faisal hanya mengamati anak usaha pertamina itu dari jauh saja.

"Kalau sekarang karena sebagai Kepala TRTKM, sehingga memiliki kesempatan untuk mendalami Petral secara konferehensif, itu yang membuat sikap Pak Faisal berubah," tandasnya.[ian/rm]

Category: 
Loading...