23 July 2019

Fahri Hamzah: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK

KONFRONTASI – Pernyataan Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman yang minta perpanjangan waktu perbaikan jawaban gugatan Pilpres 2019, lantaran kesulitan mendatangkan saksi dari luar kota, tidak masuk akal.
Demikian pendapat Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, ketika diminta tanggapannya soal alasan KPU saat sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jumat kemarin.
“Alasan kesulitan mendapatkan tiket nggak masuk akal. Mengingat KPU notabenenya sebagai penyelenggara Pemilu,” kata Fahri, Sabtu (15/6/19).
Inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu mengatakan, sebagai penyelenggara pemilu, KPU tidak perlu mencari-cari alasan yang aneh-aneh.

 

“Ini urusan negara, masa susah mendapatkan tiket. Harusnya gratis, tak perlu cari alasan yang aneh-aneh,” kata Fahri.
Fahri pun tak habis pikir dengan alasan yang disampaikan di depan Ketua MK, Anwar Usman tersebut. Sebab, KPU memiliki banyak pilihan moda transportasi jika memang mengindahkan perintah MK.
“Jika ada niat, (menggunakan) kereta api cukup 1 gerbong untuk angkut logistik dari Surabaya. Sehari langsung sampai Jakarta. Jangan kalian cari-cari alasan wahai KPU.”
Atas sikap KPU ini, Fahri pun mengaku semakin ragu dengan kinerja KPU dalam melaksanakan Pemilu 2019 yang penuh dengan kritikan tajam. Terlebih sebelumnya KPU juga menjadi sorotan publik saat memajukan jadwal penetapan hasil Pilpres pada 21 Mei lalu.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk

“Dan kita semua menjadi benar-benar sangat ragu dengan KPU pusat, kredibilitasnya hancur setelah di hadapan sidang MK sangat terlihat ketidaksiapannya,” kata anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.
Sebelumya, dalam pernyataan di depan Majelis Hakim MK, Ketua KPU Arief mengaku kesulitan mendatangkan saksi dan perangkat kelengkapan KPU lantaran tiket menuju Jakarta sulit didapatkan di masa arus balik lebaran seperti saat ini. [Jft/telusur.co.id]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...