20 August 2018

Ekonomi masuki Lampu Merah akibat Limbah dari Campurtangan JK dalam menyusun Tim Ekuin Kabinet Jokowi

KONFRONTASI- Ekonomi kian jeblok dan masuki fase Lampu Merah dengan gejala krisis ekonomi, dan itu harus disadari Jokowi. Kini ekonomi makin buntu, sementara Jokowi disibukkan dengan limbah dari intervensi Jusuf Kalla atas kabinetnya dimana orang-orang JK mendominasi tim  ekuin kabinet. Dampaknya, ekonomi sudah Lampu merah dan tak bisa diselesaikan secara business as usual, namun dengan sense of cirisis and sense of urgency.

Demikian pandangan peneliti Indostrategi Ali Nurzaman MA lulusan Perancis dan Darmawan Sinayangsah Direktur Freedom Foundation..

Tentang Darmin Nasution yang dipaksakan jadi menko ekuin dan Sri Mulyani jadi menkeu,  mereka melibat, di mata publik Darmin Nasution adalah representasi/titipan kelompok Neoliberal melalui Wapres  M Jusuf Kalla untuk  dijadikan Menko Ekuin menggantikan Sofyan Djalil. Kubu Jusuf Kalla dikabarkan juga  mau memasang Sofyan Djalil jadi Meneg BUMN dan Sri Mulyani jadi Menkeu. Semua itu scenario IMF, Bank Dunia. Malah kubu Jusuf Kalla yang diduga kuat tidak mau NKRI kembali ke cita-cita Proklamasi, Trisakti Soekarno dan Nawacita.

Istana  presiden dan parlemen sadar  bahwa perombakan kabinet Jokowi harus dilakukan. Pasar dan publik sudah kecewa dan gusar, rupiah memburuk, ekonomi terpuruk. 

Ramai dibicarakan bahwa tim ekonomi Kabinet Kerja akan dikocok ulang dalam waktu tidak lama lagi. Mengocok ulang tim ekonomi, terutama posisi Menko Perekonomian dan Menkeu serta Meneg BUMN dan Menteri ESDM, yang  dinilai banyak kalangan sebagai langkah penting untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia di tengah situasi pancaroba ekonomi dunia. Publik dan pasar menanti Jokowi mengganti tim ekuin kabinet yang jelas jeblok.

Para politisi PDIP di  DPR dan para politisi Koalisi Indonesia Hebat (KIH)   dan KMP sudah sadar , bahwa dalam kondisi ekonomi global dan nasional yang sangat dinamis serta penuh pertarungan ideologis dan kepentingan, (Menko Perekonomian) Sofjan (Djalil) sudah out of date.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Golkar M. Misbakhun menyebut Darmin Nasution tidak pantas jadi menko ekuin dan dia itu Neolib.

Pernyataan itu disampaikan Misbakhun saat mengomentari kemunculan nama mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution yang disebut-sebut dalam perbincangan di kalangan aktivis sebagai kandidat kuat yang akan menggantikan Menko Perekonomian Sofjan Djalil.

Berbagai kalangan menyebut, Sri Mulyani tak layak jadi menkeu lagi karena terbelit Centurygate, sementara Sofyan Djalil sudah gagal jadi menko ekuin dan tidak layak jadi meneg BUMN, terlaku dipaksakan akibat intervensi Jusuf Kalla.

‘’Darmin jelas Neolib, Sri Mulyani  itu Srikandi  Century dan kaki tangan IMF/World Bank, sedangkan Sofyan Djalil  sudah inkompeten, out of date, akibatnya Jokowi yang kena limbah busuk dari  intervensi Jusuf Kalla dan inkomptensi para menteri ekuin yang diajukan Kalla,’’ kata  dosen UBK/peneliti  Gede Sandra dan Syahril Sofyan, aktivis Gerakan Mahasiswa 1977/78. Pandangan serupa juga disampaikan Renihard MSc, aktivis dan peneliti di Bung Karno Institute.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...