Dikepung Mistik, Setelah Pesawat Jatuh Lalu Ramalan Ganti Presiden 2021

KONFRONTASI -   Memasuki tahun baru banyak orang mencoba berspekulasi hingga yang berbau mistik atau supernatural. Terbaru mengenai ramalan dari penerawang  berlatar ilmu kebatinan Jawa alias kejawen Euis Juwriyah Johana alias Mbak You.


Setelah ramalan yang dianggap jitu, yaitu jatuhnya pesawat berwarna merah merah dan biru. Orang kemudian mengaitkan dengan musibah kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021).

Ketum ProDEM Iwan Sumule, misalnya, ikut mencuit lewat akun Twitternya @KetumProDEM. Ia menuliskan mengenai ramalan Mbak You soal jatuhnya pesawat sebagai terbukti.

Ia kemudian menulikan mengenai ramalan lain darinya. 

"Terjadi pergantian presiden di Tahun 2021 didahului kekacauan. Akan kah juga terbukti?" 

Sumule menuliskannya sambil menyertakan link jumpa pers Mbak You yang mengupas mengenai apa yang terjadi pada 2021.

Bahkan, tidak hanya tokoh pro demokrasi tersebut yang ikut terpengaruh oleh suatu ramalan juga ekonom kenamaan sekaligus oposan pemerintah Risal Ramli (RR). Ia ikut mencuit lewat akun Twitternya.

"RR yg rational sering diberi nasehat Gus Dur, 'Ada banyak hal diluar rasionalitas (beyond rationality)'. Buat RR sulit percaya dgn ramalan ini. tapi kok indikasi rielnya ngarah?" mantan Menko Maritim di kabinet Jokowi itu mencuitkannya, Selasa (12/1/2021).

Kenapa orang-orang terdidik di atas dan lebih mengutamakan berpikir dalam bertindak dan bersikap ikut terpengaruh, minimal ikut mengangkat tema ramalan Mbak You di akun media sosial mereka.

Perlu kiranya dituliskan apa yang dikatakan Mbak You dalam ramalannya pada November 2020 lalu itu. Dalam segmen ramalan pergantian presiden berdurasi 59 detik itu, disebutkan tanda-tanda itu tampak dari adanya gejolak politik dari daerah hingga pusat.

"Ada bahasa-bahasa yang mungkin bahasa politiknya pergantian presiden. Sudah mulai ada tanda-tandanya. Dari muluai daerah ke atas sudah mulai memanas semuanya, memang akan ada pergantian," kata Mbak You.

Mbak You mengatakan pergantian presiden dimulai dari penjarahan dan keributan. Sudah diupayakan diredam pemerintah tetapi tidak bisa maksimal. Dengan banyak pro-kontra pemerintahan sekarang. Ia menyebutkan presiden bagus dalam pembangunan tetapi rakyat tidak bisa mengais rejeki seperti biasanya. Selalu kurang dan kurang karena kondisi susah, rejeki tidak ada.

Ramalan Mbak You mendapat momentum ketika apa yang ia sebut kecelakaan pesawat merah dan biru seolah menjadi kenyataan di awal tahun ini. Bila mengikuti teori 'cocokologi' maka apa yang diprediksi dan yang terjadi seolah gatuk alias cocok dan sesuai.

Prediksi paranormal bahwa akan ada pesawat yang akan jatuh di satu sisi dinilai benar terjadi. Maka ramalan lain, seperti pergantian presiden, pun kemudian 'layak dipercaya'.

Kesimpulan berdasar premis pertama maka akan membuat ramalan lainnya akan terjadi adalah upaya untuk menggiring pada opini dan keyakinan bahwa hal tersebut benar-benar akan terjadi.

Itu sebabnya, bagi Iwan Sumule dan Rizal Ramli memandang penting untuk mengangkat ramalan itu di akun media sosial mereka. Termasuk mengunggah link dari pernyataan Mbak You.

Cukup dimaklumi, baik Iwan atau pun Rizal Ramli selama ini dikenal sebagai pengkritik utama Presiden Jokowi. Mengangkat ramalan itu berarti juga mengajak orang lain untuk ikut bersama-sama dalam suasana kebatinan seperti yang diarahkan Mbak You agar kemudian menjadi pembenaran.

Seperti dikatakan Rizal Ramli, bahwa ia tidak percaya ramalan tetapi hatinya ikut tergoyah ketika ia mengatakan ada banyak hal dalam kehidupan ini yang kerap di luar rasionalitas  atau beyond rationality.

Itu berarti, Rizal Ramli pun ikut terpengaruh atas ramalan itu. Apalagi sebagai pengamat ia melihat dari kecenderungan yang ada. Tentu ini, dari kacamata subyektifnya sebagai seorang yang berseberangan dari pemerintah.

Memang disayangkan kemudian jika sosok pemikir dan tokoh bangsa dan pergerakan demokrasi seperti Iwan Sumule dan Rizal Ramli tergoda atas suatu ramalan. Bahkan menyiarkan alias mempublikasikan kepada publik.

Namun, jika Mbak You meramal yang sebaliknya, misalnya pemerintahan Jokowi akan kuat dan menyejahterakan rakyat hingga akhir pemerintahan dipastikan tidak akan menarik perhatian mereka apalagi untuk diposting di akun media sosial.

Tampaknya logika yang mengedepankan pada ketajaman pemikiran dan sanubari saja tidak cukup untuk menghadapi pemerintahan Jokowi tetapi harus meramunya dengan hal-hal yang supernatural.

Tetapi, pola pikir tersebut sah-sah saja. Pasalnya, Jokowi banyak dianggap kerap mengaitkan dengan hal-hal yang berbau Kejawen. Misalnya, kepercayaan pada  hari Rabu dan kalender Jawa, seperti Pon,  dalam setiap pembentukan atau pergantian para pembantunya di kabinet.

Mitos Rabu tampaknya sudah terserap di sebagian penduduk RI bahwa Jokowi mengeramatkan hari tersebut untuk dijadikan sebagai momen untuk mengambil keputusan-keputusan fundamental bagi bangsa ini.

Jadi antara pihak oposan yang ingin mengarahkan ramalan Mbak You sebagai kebenaran yang akan terjadi, juga Jokowi yang seolah benar menjadikan hari Rabu yang sakral maka kedua belah pihak telah masuk pada dunia lain.

Dunia lain tersebut bisa jadi bagian kebudayaan tetapi juga bisa merupakan realitas mistik yang sulit diserap dalam logika.

Bukankah membawa hal-hal semacam itu akan membawa kita mundur ke belakang? Atau kah kita memang tidak mau meninggalkannya? (Jft/KOMPASIANA)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...