15 November 2019

Dengan Cara Apapun dan Metode Apapun, Mustahil Jokowi Bisa Menang. Rakyat Inginkan Perubahan dan Prabowo 2019. Jokowi Gagal & Tak Becus

KONFRONTASI- Ekonomi terpuruk dan gagal di tangan Jokowi. Makin banyak pengusaha dan politisi serta kalangan agamawan dan masyarakat gabung ke kubu Prabowo. Dengan metode apapun, dengan cara apapun, mustahil Jokowi bisa menang karena rakyat sudah menghendaki perubahan dan pergantian presiden 2019 akibat kegagalan dan inkompetensi Jokowi, rakyat ingin Prabowo memimpin 2019-2024, dan tak bisa dikalahkan kecuali kubu Jokowi menghalalkan segala cara dan curang. Bagaiman mungkin Jokowi menang sedangkan dia tak becus,  gagal ekonomi dan akibatnya,  rakyat makin miskin dan menderita?

Demikian pandangan mantan pimpinan KPU 1999 era Presiden Habibie dan aktivis senior Gerakan 1998  Bennie Akbar Fatah merespon makin merosotnya elektabilitas Jokowi dan naiknya elektabilitas Prabowo dalam survei Litbang KOMPAS. ''Ini  soal pilpres yang jurdil dan beradab, nah kalau dirusak dan dicurangi maka bisa saja Jokowi menang, tapi itu mustahil juga karena akan terjadi perlawanan rakyat dan dunia internasional yang bakal menuding pilpres 2019 fraud, penuh kecurangan dan bakal jadi masalah hukum bagi Jokowi, dan itu justru merusak dan menghancurkan NKRI. Apa tidak malu dan apa mau TNI/POLRI/BIN membiarkan NKRI hancur akibat pencurangan pemilu pilpres 2019?,''katanya.

""KIta ingin ASN, TNI/POLRI/BIN netral dan taat asas agar tidak memalukan, tidak primitif dan tak jadi alat kekuasaan. Kalau pilpres jurdil maka Prabowo pasti menang karena kehendak rakyat,'' tegasnya.

Bennie ingatkan, tak genap sebulan jelang Pemilu Presiden (Pilpres) ada gejala menarik dengan mulai munculnya sejumlah tokoh secara terbuka untuk mendukung Prabowo Subianto. Fenomena ini tentu akan memberi efek domino bagi keterpilihan Prabowo.

Mendekati hari H Pilpres, katanya, sejumlah tokoh yang semula diam dan di belakang layar, kini mulai bermunculan di publik. Hal ini tampak di barisan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Fenomena ini menggejala baik di pusat maupun di daerah.

Seperti yang dilakukan kalangan NU, nasionalis, abangan dan kalangan Partai Golkar Erwin Aksa yang notabene keponakan Wapres Jusuf Kalla, secara terang-terangan kini muncul sebagai pendukung Prabowo-Sandi. Ia tidak menampik bila sikap politiknya mendukung Prabowo-Sandi tidak sejalan dengan pilihan politik Partai Golkar. "Pilihan saya ini saya sadari tidak sejalan dengan pilihan Partai Golkar," kata Erwin.

Menariknya, putera Aksa Mahmud ini membuat alasan mengapa dirinya mendukung pasangan 02. Menurut dia, alasan persahabatan dengan Sandiaga Uno baik di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) maupun di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang menjadikan dirinya melabuhkan pilihan untuk pasangan Prabowo-Sandi.

Menurut dia, persahabatan dirinya dengan Sandi tidak boleh putus lantaran politik. "Bagi saya, persahabatan lebih penting dari segalanya. Jangan sampai persahabatan terputus karena pilihan politik yang berbeda," tegas Erwin.

Alasan Erwin tampak naif. Dukungan terhadap Prabowo-Sandi tanpa dilatari argumentasi politis, namun semata-mata argumentasi persahabatan. Padahal, Erwin selain seorang pengusaha, juga merupakan seorang politisi. Keluarganya, juga tak lepas dari komunitas politik. Argumentasi Erwin tampak ingin melokalisir dampak politis atas dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Sandi.(berbagai sumber)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...