Cerita Rizal Ramli nasehati Jokowi soal Islamifobia tapi…

KONFRONTASI -    Tokoh nasional Rizal Ramli mengungkapkan pernah menceramahi Presiden Jokowi agar memandang politik Islam. Rizal menyampaikan hal ini sebab Jokowi dikelilingi Islamifobia. Rizal Ramli sudah nasehati Jokowi soal Islamifobia beberapa tahun lalu.

Rizal Ramli mengatakan diundang Presiden Jokowi sepekan sebelum aksi umat Islam 212 di Monumen Nasional pada 2016. Rizal mengatakan Jokowi sendiri tidak anti Islam atau Islamifobia namun sayangnya Presiden dikelilingi orang yang takut dengan politik Islam.

Curhat soal 212

Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta. Foto: Antara
Umat muslim mengikuti aksi reuni 212 di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta. Foto: Antara

Dalam kanal Youtube Karni Ilyas Club, Rizal Ramli mengungkapkan dari sisi politik, Presiden Jokowi gamang soal politik Islam.

Makanya dia pernah curhat ke Rizal Ramli meski sudah dicopot cari Menteri Koordinator Kemaritiman.

“Ini yang lucu dari sisi politik, ini yang dipojok-pojok kan Islam. Pak Jokowi mungkin nggak terlalu tapi orang di sekitarnya kan Islamifobia, ya kan ada orang yang nggak suka politik Islam,” ujar Rizal dikutip Senin 26 Oktober 2020.

Ekonom senior itu mengatakan, setelah dia dicopot dari menteri di rezim Jokowi, dia tetap berhubungan baik dengan Presiden. Saling kontak.

Suatu kali jelang aksi 212, Jokowi memanggil Rizal untuk bertemu. Dalam pertemuan itu, Jokowi curhat soal gelombang aksi umat Islam meminta penegakan hukum kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Dua minggu sebelum 212, saya ketemu (Jokowi). Dia tanya, Mas Rizal siapa di belakang 411 212? Kayaknya berdasarkan laporan intel bakal 2-3 juta orang (yang demo). Pasti ada bandarnya,” ujar Jokowi bertanya ke Rizal.

Rizal balik bertanya, lha siapa bandar yang diindikasikan Istana. Jokowi menjawab berdasarkan laporan intel, bandarnya adalah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menggelontorkan duit Rp100 miliar.

Rizal langsung ketawa ngakak Jokowi menyebutkan SBY dalang demo 212. Rizal kemudian menjelaskan kepada Jokow, SBY terkenal raja pelit. Kalau gelontorkan duit Rp100 miliar sudah pasti itu bohong. Kalau duit Rp5 miliar masih mungkin.

Jokowi dikelilingi Islamifobia

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi di istana Bogor, Jawa Barat. Foto Instagram @jubir_presidenri

Selanjutnya, dalam pertemuan itu Rizal Ramli menjelaskan demo berjilid-jilid umat Islam itu muncul secara organik. Pendemo datang sendiri dengan mengeluarkan uangnya untuk meminta keadilan. Rizal bilang mengapa demo 212 begitu besar, karena umat marah sekali Islam dipojokin terus.

Lantas Jokowi merespons, bukankah dia peduli dengan Islam. Sering beri bantuan kok ke umat Islam.

Rizal menjawabnya iya betul kucurkan bantuan, tapi kok Jokowi biarkan ada kebencian pada Islam.

“Iya dari segi bantuan, tapi tangan yang lain, tangan orangnya Islamifobia gebukin terus Islam,” ujar Rizal.

Jangan ganggu agama dan tradisi

Ekonom Rizal Ramli
Ekonom Rizal Ramli
Ekonom Rizal Ramli. Foto Instagram @rizalramli.official

Selanjutnya Rizal menguliahi Presiden Jokowi selama dua jam, soal jangan sekali-kali ganggu agama dan tradisi kalau mau aman rezimnya.


Rizal menjelaskan bagaimana Kerajaan Inggris bisa menjajah negara Asia dan Afrika berabad-abad nyaris tanpa pergolakan.

Ternyata, jelas Rizal ke Jokowi, Perdana Menteri Inggris melaksanakan masukan penasehatnya, Margaret Mead, yang meminta jangan ganggu agama dan tradisi orang tanah jajahan.

Dan benar Inggris aman saja. Berbeda dengan kolonial Belanda yang masuk ke tanah jajahannya dengan menganggu tradisi.

Rizal menyebutkan Belanda masuk dengan mengganggu tokoh agama Imam Bonjol di Sumatera Barat, Pangeran Diponegoro di Jawa dan tokoh agama di Aceh.

“Waktu (Inggris) jalankan tanam paksa menyengsarakan, rakyat nggak ada perlawanan, jalan Cadas Pangeran (di Jawa Barat) meninggal ratusan, nggak ngelawan. Karena waktu itu waktunya Sembahyang break sembahyang. Tapi waktu Belanda masuk ganggu tokoh agama, Imam Bonjol di Sumbar peranag belasan tahun, ganggu Diponegoro perang puluhan tahun,” jelasnya.

Dari sejarah tersebut, Rizal menjelaskan kepada Jokowi, sepanjang tak ganggu soal agama dan tradisi, maka kekuasaan bakal baik-baik saja.

“Artinya apa? Jangan ganggu tradisi dan agama, you’ll be fine. Ini ada saja Islamifobia di sekitar Jokowi. Kita kan Pancasila kita tak boleh fobia Islam, fobia Kristen, fobia Katolik ya kan dan jangan ngomongin agama orang lain, itu faith,” ujar Rizal.(Jft/REPELITA)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...