22 August 2019

BPN: Ahmad Dhani dan Rocky Gerung Korban Politik Rezim Otoriter

Ngabalin, Ahmad Dhani dan Rocky Gerung di sebuah acara televisi nasional. (Sumber foto : Ist)

 

KONFRONTASI -    

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menilai, kasus yang membelit musisi Ahmad Dhani sebagai upaya pemerintah membungkam suara lawan-lawan politik.  

Menurutnya, cara ini lazim dilakukan oleh penguasa yang bersifat otoriter. 

Tidak hanya Ahmad Dhani, kata Andre, hal serupa kini juga mulai menyasar pengamat politik Rocky Gerung yang dianggap beroposisi dengan pemerintah.

Dalam kasus Rocky Gerung, Andre juga menyebut sebagai langkah penguasa yang ingin mempertahankan kekuasaannya dengan cara merusak tatanan demokrasi.  

"Ahmad Dhani dan sahabat-sahabat kami lainnya adalah tahanan politik. Ini rezim otoriter yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan oposisi dan lawan politik," kata Andre di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Andre melanjutkan, mengenai Rocky Gerung, sosok yang sangat vokal mengkritik pemerintah tersebut tidak pernah mendeklarasikan mendukung Prabowo-Sandi. Namun, Rocky murni mengkritik pemerintah untuk kebaikan bangsa. 

"Rocky Gerung ini bukan bagian dari BPN atau tim pemenangan Prabowo-Sandi. Yang dikritik Rocky adalah setiap kebijakan keliru yang dikeluarkan pemerintah. Hubungan yang menyatukan kami dan Rocky adalah kami sama-sama ingin pemerintah berjalan sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa," terang Andre. 

Karenanya, kata Andre, jika penguasa alergi dengan kritik demi kesejahteraan bangsa, berarti pemerintahan di bawah rezim Jokowi saat ini sudah keluar dari jalur demokrasi dan sudah menuju ke arah otoriter.  

"Siapa yang mengontrol penguasa jika oposisi terus dibungkam?. Ini sekali lagi saya sampaikan bahwa rezim Jokowi ini otoriter. Apalagi sudah menggunakan instrumen negara sebagai alat tekan," ungkap Andre.

Andre pun mengingatkan agar pemerintah sadar bahwa yang telah dilakukannya saat ini sangat berbahaya bagi keutuhan bangsa. 

"Jika model pemerintahan seperti ini dilanjutkan, bahayanya bakal timbul saling dendam di masa depan. Ini yang kami khawatirkan. Namun, saya meyakini Prabowo-Sandi tidak akan melakukan cara-cara menekan semacam itu. Demi Allah!," tutup Andre.(Jft/TeropongS)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...