26 June 2019

Bantu Ahok dengan Sowan ke KH Maruf Amin, Luhut Cs Dianggap Tercela?

KONFRONTASI- Masyarakat melihat, Ahok atau Basuki Tjahaya Purnama terus ''mengendalikan dan menyeret'' istana Jokowi, Luhut Panjaitan dan pimpinan TNI/Polri ke jurang kenistaan, kehinaan akibat perbuatan Ahok yang kelewat batas. Ahok  adalah pelaku  penistaan agama yang didemo jutaan  umat Islam, dan Ahok kini kembali memicu konflik yang berbau SARA dengan menghardik dan menekan/melecehkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin yang sudah sepuh. Celakanya, Luhut, Kapolda DKI pun kini dituding  netizen dan kalangan umat Islam memihak Ahok dengan sowan ke KH Maruf Amin untuk kepentingan yang sangat politis.

Ahok yang salah kepada KH Maruf Amin, namun anehnya mengapa yang datang justru Kapolda dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Demikian kekasalan netizen diungkapkan seperti ditulis Muhammad Rasyidi Aziz dalam facebooknya.. Dan sejumlah netizen pun berceloteh, jika memang Jokowi punya utang jasa dan budi dari Ahok, maka segeralah Jokowi membayar dan melunasinya dengan menjadikan Ahok sebagai Gubernur DKI, atau kalau boleh langsung saja angkat Ahok sebagai Wakil Presiden menggantikan Jusuf Kalla di tengah jalan, atau juga kalau bisa sekalian Jokowi mengumumkan mengundurkan diri dari kursi presiden, dan sebagai gantinya adalah Ahok.

Itulah penilaian publik di media sosial dan online. Ahok dinilai sudah membuat bangsa Indonesia mengalami pembusukan sosial dan politik, mengalami entropi sehingga menuju kehancuran. Bagaimana tidak? Ternyata Presiden Jokowi , Menko Kemaritiman Luhut B Panjaitan, Kapolri Tito, Kapolda  Metro Jaya Iriawan dan Pangdam Jaya Tedy Lesmana  dalam konteks KH Maruf Amin sempat diduga dan dituding publik bergerak ‘’membantu’’ dan ‘melindungi’’ Ahok dari segenap kesalahan dan ketidakadaban, bahkan kebiadaban. Benarkah? Malah publik curiga, para aktivis yang melakukan demo, kritik, protes dan cercaan  terhadap Jokowi  dan  atau Ahok direpresi, kalau perlu dengan tuduhan makar.

Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin menerima permintaan maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ma'ruf menghargai Ahok yang meminta maaf karena dinilai menyudutkannya dalam persidangan kasus penistaan agama kemarin.

"Ya, harus dimaafkan kalau memang minta maaf," Kata Ma'ruf di kediamannya di Koja, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017).

Menurut berita yang dilansir dari detik.com, hal ini disampaikan Ma'ruf di sela-sela menerima Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan, Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksmana, dan rombongannya. Rasyidi Aziz mengatakan "Lho, yang sowan ke rumah Ketua MUI kok malah Luhut dan Kapolda ? Bukannya si Hoax yang ngancam Kyai Ma'ruf Amin ?"

‘’Ahok terbukti kurang ajar, biadab, dan tidak pantas menjadi pejabat publik,’’ kata pengamat sosial Edy A Efendy yang juga  pegiat kebudayaan.

Di mata umat Islam dan  publik, Ahok sendiri sudah mempermalukan para senior dan pendukung politiknya yaitu Luhut Panjaitan, Jokowi, Kapolri, atau bahkan Pangdam Jaya  Tedy Lesmana dan seterusnya,  dengan tindakannya menista Islam dan menghina KH Maruf Amin, yang membuat umat Islam secara umum, sangat marah dan geram.

Ahok juga pernah membongkar sekaligus mengungkap jasa dan budi para pengembang yang telah diberikan kepada Jokowi hingga dapat berhasil menjadi presiden. Itu artinya, kalau bukan karena bantuan dari pengembang, maka Jokowi tidak akan pernah bisa jadi presiden.

“Pak Jokowi tidak bisa jadi presiden kalau ngandalin APBD. Saya ngomong jujur kok, jadi selama ini kalau bapak ibu lihat yang terbangun sekarang rumah susun, jalan inspeksi, waduk, semua itu semua full pengembang,” ungkap Ahok ketika itu.

Dan sudah menjadi rahasia umum, bahwa pengembang yang dimaksud adalah pengembang taipan yang telah “dirangkul” oleh Ahok. Ahok bisa berbuat semaunya  karena ia merasa tak ada satupun orang di republik ini yang bisa melawannya, termasuk Jokowi sebagai presiden. Di mata Ahok, Jokowi seolah dipandang kerdil lantaran punya “utang” jasa dan budi terhadap dirinya.

Sejumlah netizen pun berceloteh, jika memang Jokowi punya utang jasa dan budi dari Ahok, maka segeralah Jokowi membayar dan melunasinya dengan menjadikan Ahok sebagai Gubernur DKI, atau kalau boleh langsung saja angkat Ahok sebagai Wakil Presiden menggantikan Jusuf Kalla di tengah jalan, atau juga kalau bisa sekalian Jokowi mengumumkan mengundurkan diri dari kursi presiden, dan sebagai gantinya adalah Ahok.

Sebaiknya keluh kesah netisen dan warga menjadi perhatian pimpinan TNI/Polri/para Kapolda dan Pangdam  serta istana presiden agar kasus Ahok tidak menyeret bangsa kita ke dalam jurang persoalan yang tak henti-henti dan melelahkan serta riskan bagi stabilitas. Media ini sudah khawatir dengan polarisasi di kalangan masyarakat kita akibat  kata-kata dan perbuatan  Ahok yang amat memukul umat Islam dan masyarakat santeri secara umum.

(berbagai sumber)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...