24 July 2019

Bandar Ahok-Jokowi sudah Cocok, PDIP Mega Ajukan Ahok. Trisakti, Nawacita Makin Bobrok, Penuh Borok

JAKARTA- Para analis meyakini bahwa PDI Perjuangan dukung Ahok ke Pilgub DKI. Cukong atau bandar Jokowi-Ahok itu sama yaitu para taipan, sehingga oligarkismenya kental sekali. Demokrasi liberal adalah demokrasi oleh pemodal, cita-cita proklamasi sudah gagal, Trisakti dan Nawacita jadi gombal. PDIP hingga saat ini masih belum mengumumkan calon Gubernur yang akan diusung pada Pemilihan Gubernur (pilub) DKI 2017 mendatang meskipun berbagai spekulasi terus bermunculan.

Pucuk pimpinan PDI Perjuangan di DKI Jakarta pun telah diganti. DPP PDI Perjuangan menunjuk Adi Wijaya sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta menggantikan Plt Bambang DH. Bagimana langkah PDI Perjuangan selanjutnya, apakah akhirnya akan menjatuhkan pilihan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok atau bertahan dalam Koalisi Kekeluargaan dan mengusung calon lain.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mempunyai pernyataan 'bersayap' terhadap pertanyaan tersebut. "Langkah para individualis-liberalis yang membonceng dibelakang Ahok untuk promosi jalur perseorangan untuk DKI dan mau menjadikan DKI pilot project untuk daerah-daerah lain di Indonesia sudah ditekuk," kata Andreas kepada INILAHCOM, Selasa (30/8/2016).

Pengajuan nama Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kepala Badan Intelijen Negara (BIN) tetap dicurigai karena didorong partai penguasa, PDI Perjuangan

Hal ini mengingat kedekatan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dengan wakapolri tersebut. Publik merekam di awal pemerintahan Jokowi, BG nyaris menjadi Kapolri sebelum dijegal oleh kasus hukum, meski kemudian ia memenangkan pra peradilan.

Berembus isu pergantian kaBIN ini langkah pertukaran antara Istana dengan Teuku Umar (rumah Megawati) agar PDIP bersedia mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI 2017. Publik tentu tahu, Presiden Jokowi berulang kali berupaya agar Ahok diterima oleh Megawati untuk diusung oleh partai banteng tersebut, namun Megawati hingga kini tetap bergeming belum mengambil keputusan.

Direktur Eksekutif Lembaga Studi Kebangsaan 1998 (Lastika 98), Nuryaman Berry berpendapat, PDIP tidak mungkin menjual murah tiket cagub DKI dan membarternya dengan jabatan KaBIN.

"Begitu murahnya membarter posisi kepala BIN dengan tiket seorang Ahok. Ahok itu kan tidak punya ideologi Soekarno, ideologi wong cilik, nggak pantas diusung PDIP," kata Barry. di Jakarta, Jumat, (2/9).

Menurutnya, apa yang telah diperbuat oleh Ahok selama ini di Jakarta juga sangat bertentangan dengan ruh pembangunan Presiden Jokowi. Jokowi, pada saat menjabat Gubernur DKI, masih mengedepankan kepentingan masyarakat kecil. (j)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...