16 November 2018

Asia Sentinel: Pemerintahan Era SBY Cuci Uang Rp 177 Triliun

KONFRONTASI  -   Berita mengejutkan muncul di situs media daring Asia Sentinel. Dalam artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, termuat cuplikan hasil investigasi pencucian uang dalam jumlah jumbo di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono (SBY).Disebutkan telah terjadi pencurian dana sebesar Rp 12 miliar dolar AS atau setara Rp 177 triliun yang dicuci melalui bank-bank internasional. Hal tersebut termaktub dalam laporan hasil investigasi bersama setebal 488 halaman yang disusun sebagai gugatan Weston Capital International, ke Mahkamah Agung Mauritius pada pekan lalu.

"Setidaknya 30 pejabat terlibat dalam skema tersebut. Hal itu terungkap dalam dokumen penyelidikan setebal 488 halaman yang diajukan Mahkamah Agung Mauritian minggu lalu," tulis laporan yang diunggah di situs asiasentinel.com kemarin (Selasa, 11/9).

Artkel itu berjudul ”Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy", kira-kira terjemahannya "Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar".

Artikel ditulis berdasarkan analisis forensik yang dikenal sebagai bukti, dan dikompilasi oleh satuan tugas penyidik dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang, dan sejumlah negara lain.

Laporan investigasi itu juga dilengkapi 80 halaman afidavit alias keterangan di bawah sumpah, yang menyeret keterlibatan sejumlah lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, dan United Overseas Bank (UOB) Singapura.

Dalam artikel ditulis terdapat konspirasi atau rekayasa saat pemerintah menetapkan Century sebagai bank yang gagal pada tahun 2008. Asia Sentinelmenyebutkan Bank Century sebagai 'bank SBY' untuk menggambarkan adanya konspirasi seputar pendirian dan kebangkrutan Bank Century. Bank Century disebut menjadi medium penyimpanan dana gelap yang dikuasai Partai Demokrat.
 

"Selanjutnya, Bank Century menjadi medium penyimpanan uang jutaan Dolar AS yang dikendalikan SBY dan Partai Demokrat," tulis artikel itu.
 
Redaksi melakukan konfirmasi kepada para pihak yang disebut dalam artkel tersebut. Konfirmasi akan ditampilkan pada berita terpisah.(Jft/Rmol)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...