25 June 2018

Analisis Rizal Ramli Jitu: Kebijakan Pengetatan Perlambat Ekonomi. IMF Pangkas Proyek Perttumbuhan RI jadi 5,1%

KONFRONTASI- Tokoh nasional/teknokrat senior Rizal Ramli  (RR) sudah mengatakan sejak setahun  lalu bahwa kebijakan pengetatan (austerity)  pasti memperlambat pertumbuhan ekonomi, karena terjadi kontraksi.

, “Setiap kebijakan pengetatan  (austerity) pasti akan memperlambat pertumbuhan ekonomi,'' kata ekonom senior RR.

Badan Moneter Internasional atawa International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,1% di tahun ini. Proyeksi ini lebih rendah dari proyeksi Oktober lalu yang sebesar 5,2%. Namun, proyeksi ekonomi tahun depan tetap dipertahankan di angka 5,3%.

Dalam keterangan resminya, IMF menyatakan, Tim IMF yang dipimpin oleh Luis E Breuer mengunjungi Indonesia dari tanggal 1 sampai 14 November 2017, untuk melakukan diskusi. Di akhir kunjungan tersebut, Breuer menyatakan, ekonomi Indonesia terus berjalan dengan baik, didukung oleh kebijakan makroekonomi yang hati-hati, peningkatan pertumbuhan global dan harga komoditas, dan upaya berkelanjutan untuk memperkuat daya saing.

Selain itu, Utang pemerintahan Joko Widodo terus menjadi sorotan dan menimbulkan kerisauan publik. Pada tiga tahun pertama pemerintahan Jokowi, utang melonjak ke angka Rp 3.672 triliun.

Lebih mengkhawatirkan jika melihat hitungan pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy. Dia meyakini, utang luar negeri Indonesia per Juni 2017 mencapai Rp 4.364,767 triliun.

Karena fakta  itu betul, berarti utang Indonesia membengkak Rp 2000 triliun dalam tiga tahun belakangan, bukan Rp 1000 triliun seperti diberitakan sebelumnya.

Apa yang terjadi sekarang sangat berbeda dengan yang terjadi di zaman pemerintahan Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Tepatnya ketika Kwik Kian Gie dan Rizal Ramli menjabat Menko Perekonomian sepanjang tahun 2000-2001.

Kala itu, utang Indonesia berkurang 3,5 miliar dolar AS.

Dari akun twitter @RamliRizal milik ekonom senior Rizal Ramli, kita bisa mengetahui bahwa utang Indonesia pernah berkurang  3,5 miliar dolar AS selama 2000-2001. Tidak cuma itu, ekonomi tumbuh dari -5 persen ke +4 persen. Peringkat utang Indonesia pun naik menurut Standard & Poor's (S&P) Global Ratings dan Moody's.

Sebelumnya, tokoh nasional Rizal Ramli lewat akun facebooknya turut berpendapat mengenai kondisi utang luar negeri Indonesia. Dia mengungkapkan, kebijakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, memotong anggaran hanya berlaku untuk sektor sosial, tetapi bukan untuk pembayaran pokok dan bunga utang.

"Satu-satunya pos anggaran yang tidak diubah: pos pembayaran pokok dan bunga utang. Yang lain semuanya bisa dipotong, jelas sekali ke mana kesetiaannya," tulis Rizal, alumnus ITB, Sophia University Tokyo dan Boston University,AS.

Rizal Ramli, mantan Menko Kemaritiman, kemudian menegaskan bahwa banyak cara inovatif untuk mengurangi utang tanpa harus kembali berutang.  Misalnya di tahun 2000 silam, ia menyepakati "Debt for Nature Swap" dengan Jerman. Saat itu, ratusan juta dolar AS utang Indonesia dihapus dan ditukar dengan konservasi hutan.

Tahun 2001, Rizal juga mengatur "Debt Swap" dengan Kuwait.

"Utang mahal ditukar dengan utang bunga rendah. Kuwait saking gembiranya berhadiah gratis flyover Pasopati di Bandung,"

IMF/Bank Dunia  memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Hal itu disebabkan oleh risiko dari domestik, "termasuk kekurangan pajak," kata Breuer sebagaimana keterangan resmi IMF yang dikutip KONTAN, Rabu (15/11).

IMF melihat adanya kebutuhan penting untuk menerapkan strategi pendapatan jangka menengah yang berpusat pada reformasi kebijakan pajak dan administrasi perpajakan yang lebih baik untuk memperkuat lingkungan bisnis. (ff)

Category: 
Loading...