Analis Ekonomi Sebut Anak Buah Sri Mulyani Gagal Paham Soal Perbandingan Utang dan Pajak!

KONFRONTASI -   Staf khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menyebutkan bahwa ada sosok ahli ekonomi yang menggunakan standar ganda. Ia mempertanyakan, kondisi yang saat ini sosok tersebut kerap memuji langkah kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS), namun sebaiknya, selalu mengkritik kebijakan ekonomi di Indonesia.

“Konon ada pengamat yg menggunakan standar ganda. Meski melakukan hal yang sama, kalau AS dipuji, giliran Indonesia dicaci. Nasib…nasib….,” jelas Prastowo dalan akun Twitternya @prastow, pada 18 Maret lalu.

Sebagaimana diketahui, dalam unggahannya Prastowo menambahkan sebuah foto yang di dalamnya ada ekonom senior Rizal Ramli. Dalam foto tersebut, Rizal menyebut bahwa kebijakan AS dalam menangani masalah ekonomi cukup jelas.

“Ini contoh kebijakan Biden & Yellen, pompa pendapatan dan daya beli rakyat golongan menengah bawah, supaya ekonomi cepat pulih. Kalau Menkeu Terbalik, sebaliknya, uber pajak rakyat, kurangi pajak besar-besar, gak aneh, ekonomi @jokowi nyungsep,” tulis Rizal dalam foto tersebut.

Yustinus Prastowo
Tangkapan layar Twitter @prastow
Dalam unggahan tersebut, ada sjeumlah netizen yang mengkritisi pernyataan Rizal Ramli, ada juga yang mengkritisi Yustinus Prastowo.

Selain netizen, analis ekonomi Gede Sandra menyebutkan, bahwa apa yang disampaikan Rizal Ramli adalah tentang kebijakan spending dan pajak yang tidak adil kepada rakyat.

“Inikan, apa yang disampaikan Rizal Ramli mengenai ada ketidak-adilan tentang pajak yang dilakukan pemerintah terhadap rakyat. Nah, membandingkannya dengan apa yang diterapkan oleh pemerintah AS dan pemerintah kita,” tegas Gede, kepada bicaralah.com, saat dihubungi pagi ini.

Gede menambahkan, bahwa hal ini juga bukan mengenai perbandingan utang antar kedua negara. “Loh… inikan aneh, jangan di-spin ke sana dong, ini adalah tentang pajak dan spending. Karena apa?, di Indonesia yang besar-besar orang kaya dipermudah kewajiban pajaknya, sementara yang kecil diuber-uber,” tegas Gede.

Gede juga memberikan link media dari CNN, dimana Biden mulai berani memajaki kelompok terkaya di AS.  (link: https://www.cnn.com/2021/03/18/politics/biden-tax-plan-explainer/index.html ).

“Jadi…di Indonesia, orang-orang kaya malah diajak main sama orang pajak Kemenkeu. Malah Mau dibuat tax amnesti jilid 2. Indonesia sudah jadi surga pajak untuk orang kaya. Wajar di Indonesia tax ratio sudah sangat rendah di bawah 10%, bandingkan dgn AS yang sudah di atas 20%. Meskipun masih jauh di bawah rata2 negara OECD yang 30an%.

“Dan ini lucu, Prastowo inikan mengerti soal pajak, tapi suka menyamar menjadi ahli makro-ekonomi, kalau mengerti pajak.. jangan sok-sok an lah bahas makro ekonomi, bisa ambyar ekonomi kita!” tutup Gede.(Jft/BICARALAH)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...