Amien Rais: KPU Itu Makhluk Politik Buatan Pemerintah Petahana

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (tengah) bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018). ANTARA FOTO/Reno Esnir.

 

Oleh: Andrian Pratama Taher 

 

 

Ketua Dewan pengarah BPN Amien Rais menuduh KPU sebagai lembaga buatan pemerintah yang dibentuk untuk memenangkan pasangan 01 Jokowi-Maruf Amin.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Amien Rais kembali mengeluarkan pernyataan yang menuai kontroversi. Kali ini, Amien menuduh KPU merupakan lembaga buatan pemerintah. Amien pun menuding KPU saat ini dibentuk untuk memenangkan pasangan 01 Jokowi-Maruf Amin. "KPU itu makhluk politik buatan pemerintah petahana. Jadi KPU itu kita seperti orang yang gak tahu masalah. Jadi KPU adalah tentu dibuat untuk yang menang di atasnya atasnya lagi," kata Amien di kantor Seknas Prabowo-Sandiaga di daerah Menteng, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

 

Amien mengaku sudah menerima laporan dugaan kecurangan. Amien menyebut, ahli IT sudah merekam ada upaya kecurangan yang tidak bisa terbantahkan. Hal ini menguatkan tuduhan kalau ada kecurangan pemilu secara sistematis, masif, brutal, dan barbar. Pria yang juga Dewan Kehormatan PAN itu pun menuduh kecurangan tersebut terjadi hingga KPU tidak lagi mampu menangani. "Saya diberitahu dari teman-teman yang ahli itu bahwa KPU sendiri itu sudah tidak bisa mengendalikan. Yang masukin data itu ada siluman yang lebih jauh lebih tinggi dari kodok dan cebong yang ingin menguasai semuanya, tapi yakinlah allah memihak yang benar, allah memihak kepada kita karena kita berjuang untuk hak dan melawan kebatilan," kata Amien. Amien pun memandang people power tidak menjadi masalah. Menurut Amien, people power merupakan langkah konstitusional. Amien pun mengajak publik untuk berdoa dan bersiap untuk bertindak.

 

Di saat yang sama, ia menyindir langkah Mahfud MD ke KPU. Ia pun mengaku tidak mau melakukan kesalahan seperti Mahfud MD sehingga menunggu hasil tim IT. "Saya tidak ingin mengulangi kesalahan Mahfud MD. Tidak tahu IT tapi sok tahu. Saya akan mengantarkan saja biar nanti tim IT membedah apa yang sebenarnya terjadi," kata Amien. Berdasarkan data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Jumat (3/5/2019) pukul 10.15 WIB, Jokowi-Ma'ruf unggul 55,94 persen, sementara Prabowo-Sandi berada di 44,06 persen. Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf masih unggul dari paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

 

Dari data Situng tersebut, suara yang masuk telah mencapai 513.272 dari 813.350 TPS atau sekitar 63,10 persen, dengan rician Jokowi-Ma'ruf memperoleh 54.103.439 suara (setara 55,94 persen), sementara Prabowo-Sandi menyusul di belakangnya dengan raihan suara 42.607.412 (44,06 persen). (juft/Tirto.id)


 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...