19 July 2018

Akademisi Unhan/UGM: Jokowi/PDIP Sebaiknya Berduet dengan Rizal Ramli ke PIlpres 2019

KONFRONTASI- Presiden Jokowi/PDIP Megawati sebaiknya berduet dengan tokoh nasional Rizal Ramli kalau mau menang di Pilpres  2019, sebab keduanya  punya titik temu ideologi, apalagi  ekonomi sudah memburuk dan utang kian bertumpuk sampai lebih Rp8000 trilyun, sementara ekonomi rakyat makin lemah dan Neoliberalisme Menkeu Sri Mulyani gagal  total untuk membangun ekonomi nasional yang kuat, adil dan merata. Malah Sri Mulyani makin membuat ekonomi memburuk dengan beban utang bertumpuk lebih Rp8000 trilyun, dan itu sangat mengerikan karena ekonomi  Indonesia diambang kehancuran akibat tumpukan utang dan anjloknya ekspor serta ambruknya rupiah.

Demikian pendapat Aris Arif Mundayat MA PhD, akademisi Universitas Pertahanan dan pengajar Fisipol UGM  jebolan Australia, serta mantan visiting fellow di Cornell  University, AS. atas  pernyatan Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah di Metro TV News yang mengatakan bahwa Kandidat potensial di luar PDIP dan parpol koalisi yang tengah dibahas yakni Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi. Ada pula nama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, mantan Menko Maritim Rizal Ramli, Kepala Staf Presiden Moeldoko, hingga Kepala BIN Budi Gunawan. "Itu adalah cawapres yang sudah sumbernya di luar PDIP dan di luar koalisi partai-partai pengusung Jokowi," ujar Basarah.

''Kalau Jokowi tidak menggandeng Rizal Ramli [RR], maka Prabowo bakal menarik RR sebagai pasangannya pada Pilpres 2019, dan Jokowi bisa kalah, '' kata Aris Mundayat.

Hasil gambar untuk rizal ramli megawati

Wasekjen PDIP Ungkap Nama Kandidat Cawapres Jokowi

 Aris Mundayat, anggota Kagama, menekankan Jokowi harus didampingi Rizal Ramli yang kaya gagasan mewujudkan Trisakti dan Nawa Cita serta kaya  terobosan ekonomi mematahkan Neoliberalisme Sri Mulyani yang bau sangit kejahatan kerah putih  Centurygate, BDNI/BLBI  dan  RR punya kapasitas dan integritas kuat untuk membawa ekonomi kembali ke Trisakti dan  pasal 33  UUD 45 untuk keadilan sosial, kemajuan,  kemanusiaan dan solidaritas-soliditas bangsa.

‘’Tanpa Rizal Ramli, maka Jokowi makin lemah, merosot dan tidak akan menang dalam pilpres 2019 karena rakyat sudah amat miskin dan dunia usaha hancur akibat merosotnya rupiah, menurunnya ekspor dan ekonomi nasional,’’ ujar Aris.

 

Hasil gambar untuk aris arif mundayat

Aris Arif Mundayat

Hasil gambar untuk rizal ramli megawati

Neoliberalisme ekonomi selama era SBY dan Jokowi hanya bisa ditundukkan dengan Ekonomi Konstitusi (Ekonomi Kerakyatan) yang selama ini disuarakan dan diperjuangkan oleh tokoh nasional  Rizal Ramli (RR)

.’’Sejauh ini, diluar Jokowi dan Prabowo,  baru RR  yang menegaskan dirinya sebagai capres rakyat  mengusung ekonomi konstitusi. RR bisa jadi Capres atau Cawapres 2019 dan dia kredibel sekali sebagai  capres/cawapres alternative terhadap kubu elite neoliberal,’’ kata Al Chaidar, pakar terorisme yang juga peneliti politik.

(GF/berbagaio sumber)

Category: 
Loading...