15 August 2018

Ahok Kewalahan dan Tak Mampu Kontrol 70 Ribu Mata Anggaran dalam e-Budgeting

KONFRONTASI -  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak bisa mengontrol 70 ribu item mata anggaran yang tertuang dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2016.

Padahal, sistem e-budgeting diklaim Ahok sudah ia terapkan untuk meminimalisir munculnya anggaran siluman. Namun, DPRD DKI Jakarta menemukan anggaran jamuan makan untuk eksekutif dicanangkan mencapai angka Rp 6,6 miliar dalam setahun.

"Ada 70 ribuan item. Saya mana bisa kontrol," ujarnya di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).

Ahok menyambut baik sikap antusias dewan dalam rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) untuk APBD 2016.

"Kalau sekarang rapat KUAPPAS harus terperinci. Nah ini yang saya senang DPRD dipaksa ribu bahas sekarang," katanya.

‎Meski demikian, Ahok membela anak buahnya. Dalam e-budgeting yang ia susun, seluruh mata anggaran sudah dilengkapi dengan harga satuan. Bila anggaran lolos dalam APBD, maka hal berikutnya yang harus disiapkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) adalah mempersiapkan alat bukti dan laporan anggaran yang mereka telah gunakan.

"E-budgeting sudah ada harga satuan. satuan makan berapa tinggal hitug saja. Terus dia bisa buktikan tahun ini kita dah habis berapa. Lagipula DKI sudah gampang controlnya. Dia harus transfer. Jadi semua pembayaran transfer," ungkap Ahok. (Juft/Rmol)

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...