Sisem Otomatis Jadi Bumerang, Facebook Minta Maaf ke Perusahaan Benih Bawang

Konfrontasi - Facebook menolak iklan bawang di platformnya. Pasalnya, benih bawang tersebut dianggap seksi oleh sistem otomatis Facebook.

Sistem otomatis mempunyai manfaat dapat menghemat banyak waktu. Namum terkadang otomatisasi dapat menjadi bumerang karena tidak ada sistem yang sempurna.

Kejadian tersebut dialami oleh The Seed Company by EW Gaze di St John's, Newfoundland, di mana Facebook menolak iklan bawangnya. Dia mengunggah foto biji bawang untuk dijual akhir bulan lalu di Facebook.

Namun setelah dipublikasikan, postingan yang tampak tidak berbahaya mendapatkan pemberitahuan yang mengejutkan. Pemberitahuan dari Facebook menyatakan foto bawang tersebut terlalu seksual dan harus dihapus.

"Jadi kami baru saja diberi tahu oleh Facebook foto yang digunakan untuk benih Walla Walla Onion kami 'Overtly Sexual' dan oleh karena itu tidak dapat diiklankan untuk dijual di platform mereka ... Bisakah Anda melihatnya?” tulis perusahaan itu sebagaimana dikutip dari Fox News.

Pemberitahuan tersebut memberitahu perusahaan listingan tidak boleh memposisikan produk atau layanan dengan cara yang menjurus ke arah seksual. Manajer toko Jackson McLean mengatakan, kemungkinan itu ada hubungannya dengan bentuk bulat dari bawang yang ditandai Facebook.

Facebook menyadari masalah itu. Raksasa jejaring sosial tersebut memulihkan iklan dan memohon maaf atas masalah bisnis yang terjadi.

"Kami menggunakan teknologi otomatis untuk menyembunyikan ketelanjangan dari aplikasi kami, tapi terkadang bawang Walla Walla tidak dikenal dari, yah, Anda tahu. Kami memulihkan iklan dan mohon maaf atas masalah bisnis ini," kata Head of Communication Facebook Kanada Meg Sinclair yang dikutip dari Ubergizmo.

Ini sebenarnya bukan pertama kalinya Facebook secara tidak sengaja melarang posting, iklan, atau grup, yang hanya menunjukkan mungkin lebih banyak pekerjaan perlu dilakukan pada filter ini untuk membuatnya lebih akurat. (inw/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...