Pendiri Facebook "Perang" dengan CEO Apple

Konfrontasi - Pendiri dan CEO Facebook, Mark Zuckerberg tidak terima atas pernyataan dari CEO Apple, Tim Cook yang menyatakan bila layanan internet gratis berbasis iklan seperti Facebook merupakan sesuatu yang buruk.

Cook menuding pendapatan Facebook berasal dari penjualan data pengguna kepada para pengiklan. Ia juga mengecam bisnis model gratis akhirnya dimanfaatkan untuk para pengiklan.

"Ketika sebuah layanan online itu gratis, Anda itu bukan pelanggan, tapi Anda adalah produk," tutur  CEO Apple," Tim Cook.

Seperti dilansir Trusted Reviews (8/12), sampai saat ini Facebook merupakan layanan tak berbayar alias gratis sehingga membuat Facebook menjadi jejaring sosial terbesar yang memiliki banyak pengguna. Tak terima dengan pernyataan tersebut Mark Zuckerberg pun membantahnya. Menurut Mark, pendapat Cook itu merupakan konsep yang menggelikan.

"Misi kami adalah menghubungkan setiap orang di dunia. Anda tidak bisa melakukannya dengan membuat orang membayar layanan," tutur CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Facebook tidak tertarik untuk beralih ke bisnis model berbayar atau berlangganan seperti yang dilakukan Apple. Karena bisnis berbayar seperti itu akan menghambat pertumbuhan ekonomi Facebook.

Zuckerberg justru balik mengkritik Apple, yang balik mempertanyakan apakah Apple berani menerapkan biaya yang murah atas layanannya.

"Apakah Anda pikir dengan membayar Apple, Anda sejalan dengan mereka?. Jika Anda sejalan, maka Apple akan membuat produk yang jauh lebih murah," ujar CEO Facebook, Mark Zuckerberg.

Memang beberapa waktu lalu, pengguna Facebook mengeluhkan banjir iklan pada situs jejaring sosial ini. Usai menyadari keluhan itu, Facebook mulai menyaring iklan dari semua layananya yang ada pada situs nya.

Pada September lalu, Facebook juga pernah diterpa isu terkait perubahan Facebook yang awalnya layanan gratis akan menjadi layanan berbayar. Saat itu, dikabarkan Facebook akan mengenakan biaya langganan sebesar Rp30.000 per bulan kepada seluruh penggunanya. Para pengguna Facebook merasa terganggu dengan hal ini dan segera merencanakan menutup akun karena peraturan ini katanya akan diberlakukan mulai 1 November.

Kabar tersebut ternyata hanyalah isu belaka. Facebook sempat dibuat repot dengan kabar bohong tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, Facebook mulai menepakan penggunaaan tag untuk menandakan status atau informasi palsu. (jpnn/ar)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...